#korupsi#Azissyamsuddin

Nasib Azis Syamsuddin di Golkar dan DPR Mulai Goyang

( kata)
Nasib Azis Syamsuddin di Golkar dan DPR Mulai Goyang
Wakil Ketua Umum (Waketum), Azis Syamsuddin. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Partai Golkar terus memantau perkembangan kasus Wakil Ketua Umum (Waketum) Azis Syamsuddin. Nasib Azis, baik di partai maupun DPR, sangat tergantung dengan hasil akhir kasus yang kini menjeratnya.

"Kalau posisi Azis di DPR tergantung mekanisme Golkar melihat perkembangan kasus yang ada," kata Ketua Badan Advokasi, Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) Golkar Supriansa di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Slipi, Jakarta, Sabtu, 8 Mei 2021.

Golkar mengedepankan azas praduga tak bersalah terhadap Azis. Di sisi lain, partai berlambang pohon beringin itu menghormati pengusutan dugaan keterlibatan Azis.

Setidaknya, ada beberapa pihak yang tengah mengusut keterlibatan Azis dalam dugaan kasus suap penghentian kasus korupsi di Pemerintahan Kota Tanjungbalai, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Baca: Azis Syamsuddin Dicekal

MKD rencananya menggelar rapat pleno pada 18 Mei 2021 menyikapi keterlibatan Azis. Setidaknya, ada tiga laporan yang diterima MKD terkait dugaan keterlibatan Azis dalam kasus tersebut.

Sedangkan KPK melakukan sejumlah langkah hukum terkait keterlibatan Azis. Di antaranya, menggeledah sejumlah tempat mencari bukti keterlibatan Azis. Salah satunya, ruang kerja Azis di Kompleks Parlemen, Senayan.

Selain itu, Supriansa menyampaikan saat ini status Azis dalam kasus suap tersebut baru sebagai saksi. Golkar diyakini bakal merespon sesuai perkembangan kasus. "Tunggu nanti pasti kamu akan bertemu lagi dalam rangka meng-update informasi lebih lanjut," ujar dia.

Azis diduga terlibat dalam kasus suap penghentian tahap penyidikan kasus korupsi di lingkungan pemerintahan Kota Tanjungbalai. Dia diduga memfasilitasi pertemuan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial dengan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Baca: Ruang Kerja Azis Syamsuddin Digeledah

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar