#penganiayaan#beritametro#lp-anak

Narapidana Meninggal di Lapas Anak Didiagnosa DBD dan Pembengkakan di Kepala

( kata)
Narapidana Meninggal di Lapas Anak Didiagnosa DBD dan Pembengkakan di Kepala
RSUD Ahmad Yani Kota Metro. Lampost.co/Bambang


Metro (Lampost.co) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro membeberkan hasil diagnosa narapidana anak dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Bandar Lampung yang meninggal saat dirawat di rumah sakit setempat.

Narapidana tersebut berinisial RF (17) warga Bandar Lampung yang dikabarkan meninggal usai dianiaya oleh penghuni lapas lainnya. Namun, tak hanya luka lebam saja. RF juga didiagnosis mengidap demam berdarah dengue (DBD) sebelum dinyatakan meninggal.

Direktur RSUD Ahmad Yani Metro dr. Fitri Agustina melalui Kasubag Humas Oktarina mengatakan RF masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 11 Juli 2022 dengan keadaan tidak sadar.

"Masuk itu tanggal 11 Juli pukul 14.41 WIB. Saya tanya di dokter IGD keluhannya itu sudah menurun kesadaran. Kemudian petugas telah memberikan antis, infus, dan obat-obatan," kata dia, Rabu, 13 Juli 2022.

Dia menambahkan setelah dilakukan penanganan pertama, RF dipindahkan ke ruang khusus anak pada pukul 22.00 WIB. Setelah dilakukan sejumlah penanganan RF meninggal dunia pada 12 Juli 2022, pukul 17.00 WIB.

"Kami lakukan ct scan, lab, segala macam tindakan. Kemudian besok tanggal 12 Juli jam 4 sore dia kejang, jam 5 meninggal," tambahnya.

Dia menjelaskan berdasarkan hasil diagnosa laboratorium, RF mengidap DBD dan sepsis sehingga ada infeksi dan demam tinggi. Meskipun begitu, Humas RSUD Ahmad Yani Metro tersebut juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil ct scan pada pasien ditemukan pembengkakan di bagian kepala.

Oktarina juga tidak dapat menyimpulkan apakah pembengkakan tersebut disebabkan oleh tindak kekerasan. "Tadi saya tanya sama dokter katanya tidak ada. Kalau dari rumah sakit itu cuma meriksa diagnosa dokter berdasarkan hasil lab, ct scan, radiologi gitu. Kalau dari lab nya kan DBD, kemudian dari ct scan nya ada pembengkakan di kepala. Jadi kalau soal pengeroyokan atau apa itu harus ahlinya," pungkasnya.

Adi Sunaryo






Berita Terkait



Komentar