#narapidana#lapas#beritalamsel

Narapidana Lapas Kalianda Diajari Menyablon

( kata)
Narapidana Lapas Kalianda Diajari Menyablon
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Tetra Destorie saat memberikan sambutan pads pelatihan percetakan sablon pakaian untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Aula Lapas Kalianda, Senin (2/3/2020). Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda menggelar pelatihan percetakan sablon pakaian untuk narapidana di Aula Lapas Kalianda, Senin, 2 Maret 2020. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pelatihan rutin di Lapas yang bertajuk 'Pasti Keren'.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda Tetra Destorie mengatakan tujuan dari pelatihan itu supaya para narapidana memiliki keterampilan dalam mencetak sablon. Pelatihan itu sebagai kegiatan pembinaan di dalam Lapas dan bisa dipraktikkan diluar setelah para narapidana bebas.

"Pelatihan sablon ini memiliki fungsi berjenjang. Tidak hanya bisa diterapkan di Lapas saja oleh warga binaan kita. Tapi, diluar juga nanti bisa mereka praktikkan. Percetakan sablon ini juga sedang populer di masyarakat," kata dia.

Tetra mengatakan pelatihan penyablonan ini merupakan pelatihan pembinaan agar para warga narapidana yang dilatih nantinya bisa mahir. Tidak hanya dalam menggunakan alat cetak sablon saja, tetapi juga bisa mendesign cetakannya.

"Pelatihan ini penting sekali untuk pembinaan kita. Jadinya warga binaan kita tidak hanya bisa operasikan alatnya saja, nanti desainnya pun bisa mereka buat sendiri dengan kreatifitas warga binaan kita," kata dia.

Dia mengatakan dalam pelatihan itu pihaknya menghadirkan salah satu pakar penyablonan di Lampung, yaitu Budiman Dabo.

"Kita datangkan pakarnya (expert) langsung. Pak Budiman ini pelatih sekaligus pemilik salah satu percetakan di Bandar Lampung dan pengalamannya sudah banyak," kata dia.

Dengan adanya kegiatan ini, Tetra berharap para narapidana bisa menghasilkan karya hingga dipamerkan dan bisa dijual. Dengan begitu bisa menghasilkan profit untuk Lapas Kalianda.

"Kalau sudah pada mahir nanti, produk sablonan kita bisa dipamerkan dan dijual. Tentunya supaya bisa menghasilkan profit untuk Lapas ini," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar