NapiAsimilasi

Napi Asimilasi Ditangkap Usai Mencuri Motor

( kata)
Napi Asimilasi Ditangkap Usai Mencuri Motor
dok Lampost.co


SUKADANA (Lampost.co) – Baru sebulan bebas dari penjara melalui program asimilasi, AN (20), kembali diringkus jajaran Polres Lamtim, Selasa,18 Agustus 2020.

Kali ini, warga Kecamatan Labuhan Maringgai yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lamtim itu,  harus kembali masuk penjara karena diduga terlibat  aksi pencurian sepeda motor Honda Beat, milik Kiki Kurnia Sari (21), warga kecamatan Labuhan Ratu, Lamtim.

Kasat Reskrim, AKP Faria Arista mendampingi Kapolres Lamtim, AKBP Wawan Setiawan menjelaskan, aksi pencruian sepeda motor tersebut diduga dilakukan tersangka AN bersama dua rekannya, pada 30 Maret 2019, sekitar pukul 09.45 WIB.

Sepeda motor milik Kiki Kurnia Sai tersebut, dicuri tersangka dan dua rekannya saat diparkir di halaman Apotik Asyifa, Desa Rajabasalama, Kecamatan Labuhan Ratu. Sepeda motor itu dicuri tanpa menggunakan peralatan karena kunci kontaknya masih tergantung saat diparkir pemiliknya.

Beberapa waktu dari kejadian, kata AKP Faria, petugas dapat meringkus salah satu tersangka yaitu SUH, warga Kecamatan Labuhan Maringgai. Sementara tersangka AN dan satu rekannya lagi melarikan diri ke wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam pelariannya itu AN kembali melakukan pencurian sepeda motor dan dapat diringkus oleh Petugas Polsek Jati Agung, Lamsel. Akibat perbuatannya tersebut tersangka AN divonis mendapat vonis dari Hakim berupa hukuman penjara 10 bulan di Lembaga Pemasyarakatan Kalianda, Lamsel.

Belum sampai menjalani hukuman 10 bulan penjara, tersangka AN mendapatkan program asimilasi dan bebas pada Juli 2020. Namun belum satu bulan menghirup udara bebas, tersangka AN kembali diringkus oleh Jajaran Polres Lamtim karena diduga melakukan pencurian sepeda motor milik Kiki Kurnia Sari.

Sementara saat diinterogasi petugas di mapolres Lamtim, tersangka AN mengakui perbuatannya dan sepeda motor korban yang dicuri  telah dijual oleh rekannya. AN sendiri mendapatkan bagian sejumlah Rp400 ribu dari hasil penjualan motor curian tersebut. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar