#AKSIMASSA#KERUSUHAN#DEMONSTRASI#BERITALAMSEL

Nanang Tunjuk Sekdes Jadi Plh Kades Beringinkencana Buntut Pembakaran Mapolsek 

( kata)
Nanang Tunjuk Sekdes Jadi Plh Kades Beringinkencana Buntut Pembakaran Mapolsek 
Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto didampingi Sekda Thamrin saat berdialog dengan Linmas di Desa Beringinkencana, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. (Foto: Lampost.co /Perdhana Wibysono)


Kalianda (lampost.co) - - Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, menunjuk Sekretaris Desa (Sekdes) Beringinkencana, Kecamatan Candipuro, menjadi pelaksana harian (Plh) Kepala Desa, (Kades) untuk menjalankan roda pemerintahan. Penunjukan Plh Beringinkencana, Muklis Aryadi, untuk mengisi kekosongan jabatan, usai Kades Beringinkencana Dwi Kristanto diamankan polisi terkait aksi massa yang berujung pembakaran Mapolsek Candipuro.

Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan pelayanan terhadap masyarakat harus tetap berjalan. 

"Mengisi kekosongan, karena pelayanan dan roda pemerintahan desa harus tetap berjalan," ujarnya, saat mengunjungi para tokoh desa setempat di kantor Desa Beringinkencana, Jumat 21 Mei 2021. 

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Lampung Selatan meminta masyarakat di Kecamatan Candipuro, khususnya Desa Beringinkencana, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. 

"Saya minta masyarakat tetap tenang, jangan terprovokasi," kata dia. 

Ketua Apdesi Kecamatan Candipuro Samsul HS meminta pihak kepolisian profesional menyelesaikan kasus aksi massa yang berujung pembakaran Mapolsek Candipuro. 
"Kami minta polisi profesional menangani kasus ini," ujar Samsul. 

Menurutnya, rangkaian peristiwa aksi massa harus dilihat secara utuh. Sebab sebelumnya ada proses sebab dan akibat yang berbuntut perusakan dan pembakaran Mapolsek Candipuro. 

"Kejadian ini ada sebab dan akibat, maka harus dilihat rangkaian peristiwa secara utuh," kata Kades Sidoasri itu. 

Kantor polisi atau polsek merupakan milik bersama untuk melayani masyarakat. Ia meminta seluruh elemen berswadaya dan berpartisipasi memperbaikinya. 
"Cepat diperbaiki, agar pelayanan prima berjalan," kata dia. 

Plh Kades Beringinkencana, Muklis Aryadi menjelaskan awal sebelum kejadian, belasan warga kumpul di kediamannya untuk musyawarah mencegah kejadian kejahatan tidak terulang. 
"Musyawarah di rumah, karena pak Kades sedang kurang sehat," ujarnya. 

Ia tidak menyangka musyawarah antardusun dan RT serta pemuda Desa Beringinkencana, meluas dan berujung dengan aksi massa yang dilakukan ke Mapolsek Candipuro. 

"Salah satu pembahasan musyawarah, blokade setiap jalan, apabila terjadi tindak kriminal, sehingga bisa tangkap pelaku," katanya. 

Musyawarah itu pun disebabkan meningkatnya tindak kejahatan pembegalan dan penodongan menggunakan senjata api di Desa Beringinkencana, beberapa pekan terakhir. 
"Empat kejadian kejahatan menggunakan senpi," ujarnya. 

Saat ini, seluruh warga Desa Beringinkecana, khususnya yang anggota keluarganya diamankan kepolisian merasa khawatir dan was-was. 
"Banyak yang curhat ke saya, apalagi  keluarganya yang ditahan, ingin tahu kondisinya," katanya. 

Sebanyak 9 warga Desa Beringinkencana sudah diamankan pihak kepolisian termasuk kepala desa terkait aksi massa yang berujung perusakan dan pembakaran. 
"Sampai tadi malam sudah 9 orang, termasuk pak Kades," ujarnya. 

Sementara itu, istri Kades Beringinkencana Dwi Kristanto, meminta Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto memberikan jaminan kesehatan terhadap suaminya yang ditahan kepolisian. 
"Tadi pak bupati ke sini, memberi semangat, saya minta jaminan kesehatan, karena kondisi suami sedang kurang sehat," kata Siti Sa'adah. 

Berdasarkan pantauan lampost.co di Mapolsek Candipuro, Jumat, 21 Mei 2021, garis polisi sudah dilepas sejak Kamis, 20 Mei 2021. Elemen masyarakat dan Linmas dari seluruh desa se-Kecamatan Candipuro bergotong royong membersihkan Mapolsek. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar