#KPK#UNILA

Nama Pejabat dalam Daftar Barang Bukti, Ini Kata Pengacara Andi Desfiandi

( kata)
Nama Pejabat dalam Daftar Barang Bukti, Ini Kata Pengacara Andi Desfiandi
Ilustrasi. Dok. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang perkara suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Jalur mandiri dengan calon terdakwa Andi Desfiandi, segera disidang pada Rabu, 09 November 2022.

Berkas Dakwaan Andi pun telah didaftarkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Agung Satria Wibowo, pada 01 November 2022. Dalam laman SIPP PN Tanjunkarang, juga didaftarkan dan dimuat daftar barang bukti dalam perkara tersebut.

Selain tercantum nama Andi Desfiandi, beberapa nama jabatan publik juga dimuat dalam daftar bukti, meski tidak menyebut nama pejabat secara langsung.

Misalnya, satu lembar asli dokumen berkop Bupati Way Kanan Provinsi Lampung, Surat Nomor : 551/658/IV.02-WK/2022 tanggal 28 Juni 2022, Perihal : Rekomendasi Masuk Universitas Lampung Jalur Mandiri 1 (satu) lembar kertas “RILIS PIMPINAN UNIVERSITAS LAMPUNG” dengan tulisan tangan tinta hitam yang di antaranya terbaca “SPI : -> 250 juta” 1

Kemudian juga tertulis, Rekening Penerima : 5660198778, Nama Penerima : DR ANDI DESFIANDI, Nilai Transaksi : 127,190,000 1 (satu) lembar kertas dengan tulisan tangan tinta biru yang di antaranya terbaca “Donatur”, “5. Andi Desfiandi”, “6. Ary Darmajaya”, “12. dr Wakil Bupati Tanggamus” dan “13. Bupati lampung Tengah” 1 (satu) lembar dokumen tabel berkop Yayasan Lampung Nahdiyin Center dengan judul “Daftar Donatur Gedung Lampung Nahdiyin Center”.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Andi Desfiandi, Ahmad Handoko mengatakan hal-hal tersebut, termasuk nama-nama atau jabatan yang termuat dalam daftar barang bukti, tentunya berkaitan dengan perkara yang menyeret Andi Desfiandi ataupun Karomani.

"Itu kan masuk dalam penyidikan, nah nanti siapa-siapa saja yang terlibat, kita lihat sama-sama di persidangan," kata  Handoko, Minggu, 06 Nopember 2022.

Lampost.co mengonfirmasi Ary Meizari terhadap namanya yang ada dalam daftar barang bukti. Namun, nomornya tidak aktif.

Sebelumnya, Sekda Way Kanan Saipul, menyebut memang benar ada warga yang meminta dibuatkan surat rekomendasi Bupati Way Kanan agar anaknya dapat diterima di Universitas Lampung. Namun dalam penyampaian rekomendasi ke Unila tidak lagi melibatkan pihak Kabupaten Way Kanan, karena disampaikan oleh pihak keluarga/orang tua pemohon rekomendasi tersebut sendiri.

"Namun demikian, telah dikonfirmasi juga kepada keluarga pemohon rekomendasi tersebut, anaknya tidak mengambil/kuliah di Universitas Lampung, tetapi saat ini kuliah di Universitas Sriwijaya Palembang," ujar Sekda, dalam keterangan resminya yang diteirma Lampost.co Minggu, 06 Nopember 2022.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar