#korupsi#benihjagung

Nama Mantan Gubernur Lampung Dicatut dalam Sidang Korupsi Benih Jagung

( kata)
Nama Mantan Gubernur Lampung Dicatut dalam Sidang Korupsi Benih Jagung
Sidang korupsi benih jagung di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, Kamis, 30 Desember 2021. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang korupsi benih jagung Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI alokasi Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017 kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang.

Pada perkara tersebut, mantan Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Edi Yanto, dan Direktur PT Dempo Agro Pratama Inti, Imam Mashuri didakwa telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp7,5 miliar.

Dalam agenda sidang mendengarkan keterangan terdakwa kali ini, Imam menyebut nama Ilham Mendrofa sebagai orang "kuat" yang telah mengajukan syarat pemberian fee jika ingin dimenangkan dalam tender pengadaan benih jagung.

"Ilham Mendrofa (yang bilang),"  ujar Imam, di persidangan secara daring, Kamis, 30 Desember 2021.

Baca: Bibit Pembelian Terdakwa Kasus Benih Jagung Didominasi Kualitas Buruk

 

Imam mengatakan, Ilham membanderol fee sebesar Rp2.500 untuk setiap kilogram benih jagung. Sementara jumlah pengadaan hampir 400 ton. 

"Sekitar Rp1 miliar," kata Imam.

Selain itu, Imam juga menyebut pernah memberikan uang ke Edi Yanto sekitar Rp20 juta. Dia juga mengaku menyetorkan sebesar Rp10 juta ke Kabid Dinas terkait, yakni Herlin Retnowati, yang merupakan tersangka tetapi telah meninggal sebelum persidangan.

"Hanya untuk operasional saja," paparnya.

Sebelumnya, Imam tak mencantumkan pungutan per kilogram tersebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Majelis hakim pun menanyakan peran Ilham Mendrofa, pasalnya dia bukan pihak dinas atau penyelenggara negara.

Imam menyebut bahwa Ilham memiliki peran yang lebih strategis ketimbang eks Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Edi Yanto. Imam menyebut, Ilham adalah orang yang dekat dengan Gubernur Lampung saat itu, M. Ridho Fichardo.  

"Dia (Ilham) ring satu Gubernur Ridho, yang mulia," ucap Imam.

Imam mengaku bertemu Ilham di Hotel Sheraton pada 2017 ketika dia disebut telah memenangkan tender penunjukan langsung benih jagung Bima URI 20. Pada tahun itu, Imam juga mendapatkan tiga kontrak proyek tanpa proses lelang.

"Tender Bima Uri, Asia, dan Bima Uri lagi," jelas Imam. 

Sementara itu, Edi Yanto membantah pernah menerima uang Rp20 juta yang ditudingkan Imam.

"Saya enggak pernah menerima," katanya. 

Edi juga membantah kesaksian Imam soal kontrak ilegal. Dia menegaskan hanya benihnya yang dinyatakan ilegal karena tidak sesuai spek.

"Benihnya ilegal, karena saat itu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga memeriksa asas kepatuhan," paparnya. 

Sobih AW Adnan






Berita Terkait



Komentar