#pilkada#pemilu#pilwakot#politik

Nalar Pembangunan Bakal Calon Wali Kota Dikritisi

( kata)
Nalar Pembangunan Bakal Calon Wali Kota Dikritisi
Ilustrasi. Foto: MI

Bandar Lampung (Lampost.co): Bandar Lampung menjadi salah satu kota yang menggelar Pilkada serentak 2020. Para bakal calon kepala daerah telah bermunculan terlebih untuk jalur independen. Ada dua pasang bakal calon yang telah mendaftarkan diri melalui jalur non partai itu.

Jumlah itu ditambah lagi dengan dua kandidat jalur partai yang hanya tinggal menunggu pendaftarannya secara resmi yakni, Ricko Menoza dan Eva Dwiana. Dua pasangan calon ini yang digadang-gadang menjadi kandidat terkuat.

Dalam penyampaian visi-misi para calon cenderung fokus pada pembangunan infrastruktur dan pariwisata. Hal itu disayangkan oleh intelektual Nahdlatul Ulama (NU) Chepry Chaeruman Hutabarat.

Menurutnya, para bakal calon luput membicarakan ihwal literasi di masyarakat. Literasi merupakan indikator majunya peradaban di suatu tempat.

"Harusnya para calon juga memikirkan persoalan kesadaran literasi masyarakat yang rendah dengan membangun perpustakaan dan ruang-ruang publik di setiap kecamatan," ujarnya, Selasa, 10 Maret 2020.

Diketahui, dalam indeks Alibaca 2019 soal tingkat literasi masyarakat, aktivitas literasi membaca masyarakat Lampung hanya 30,59 persen. Angka tersebut mendudukan Lampung di posisi lima terendah secara nasional.

"Para bakal calon mestinya menyuguhkan visi-misi untuk membangun literasi terlebih Bandar Lampung sebagai ibukota provinsi," katanya.

Selain itu, ia mengatakan para calon seperti tidak memikirkan masalah di masyarakat. Sejumlah titik di Bandar Lampung kini telah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan.

"Wacana penguatan pembangunan insfratruktur tentu bertolak belakang dengan masalah itu," ujar Chepry.

Ia mengungkapkan masalah itu mesti menjadi sorotan juga bagi para bakal calon wali kota Bandar Lampung. Siapa pun yang terpilih nantinya harus bisa menghadirkan ruang-ruang terbuka hijau dan memperbanyak area resapan air.

"Tidak hanya itu, mereka (bacalon) juga mesti bisa memperketat perizinan mendirikan bangunan untuk melindungi catchmen area di Kota Bandar Lampung jika terpilih nantinya," pungkasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar