#refleksi#virus-corona#covid-19

Musuh Bersama

( kata)
Musuh Bersama
foto dok Lampost.co

Iskandar Zulkarnasen

Wartawan Lampung Post

WABAH Covid-19 tidak hanya merenggut jiwa manusia, kini sudah menjalar–berdampak kepada ekonomi dan stabilitas keamanan. Corona belum dua bulan berdiam di negeri ini, ternyata sudah meluluhlantakkan kehidupan anak manusia. Satu yang kini membuat resah adalah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai daerah.

Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) per 7 April 2020 lalu, sebanyak 1,2 juta orang terpaksa dirumahkan. Angka tersebut berasal dari 39.977 perusahaan. Tidak itu saja, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional tahun ini sangat terkoreksi karena pandemi Covid-19.

Pandemi ini, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, memunculkan efek negatif bagi pembangunan nasional juga daerah. Angka kemiskinan bisa meningkat sampai 1,1 juta orang. Bahkan, jika pandemi berlangsung hingga kuartal ketiga, penduduk miskin bertambah 3,78 juta orang.

Pukulan yang hebat terjadi di sektor pariwisata. Kunjungan turis dari mancanegara turun drastis. Industri perhotelan sudah terpapar akibat corona. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengungkapkan, sebanyak 1.139 hotel telah tutup. Belum lagi 286 restoran yang menutup usahanya, termasuk tempat wisata dan hiburan.

Perlu kepiawaian menghadapi situasi pandemi yang belum tahu kapan meredanya. Bagaimana cara menekan angka pengangguran, kemiskinan sehingga anak-anak bangsa bisa bertahan hidup–dan tidak berbuat nekat menjadi penjarah. Kartu Prakerja, Kartu sembako Murah, dapur umum adalah jawaban bagi rakyat yang hidupnya pas-pasan.

Semua tercurah untuk bisa bertahan hidup. Bantuan sosial dan proyek padat karya digerakkan agar situasi pandemi tidak berpindah ke resesi ekonomi dan keamanan. Kabar yang menggembirakan datang dari pemerintah. Paket stimulus untuk rakyat miskin dan korban PHK.

Paket itu dikucurkannya dana segar Rp4,5 triliun untuk penerima Kartu Sembako. Begitu pun pekerja yang kehilangan penghasilan dialokasikan Rp10 triliun. Dana itu sekadar untuk bertahan hidup–sebagai bekal berdiam di rumah. Anjuran social distancing –untuk memutus penularan virus corona sangat memukul rakyat kelas bawah yang masih hidup bergantung dari upah harian.

Lalu apalagi yang diperbuat? Pemerintah juga menaikkan penerima manfaat Kartu Sembako dari 15,2 juta orang menjadi 20 juta orang. Nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp200 ribu per penerima manfaat dan akan diberikan setiap bulan selama sembilan bulan. Kebijakan ini sangat berarti bagi buruh harian.

Perlu kepiawaian menghadapi situasi pandemi yang belum tahu kapan meredanya.

Ojek online contohnya, berdampak akibat social distancing. Mereka harus membayar cicilan kredit motor, memenuhi makan hari-hari. Diperparah lagi sepi penumpang. Jelas, pandemi mengurangi penghasilan. Kehidupan kian sulit. Masih ingat kasus krisis 1998? Pelajaran yang sangat berharga. Gejolak nilai tukar rupiah menyebabkan ekonomi negeri ini tersungkur.

Persebaran Covid-19 yang cepat kilat membuat para pemimpin dunia waswas dibuatnya. Termasuk Presiden Donald Trump. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 176 negara terdampak corona. Virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019, masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020.

***

Sadarlah. Jumlah pasien positif corona mengalami peningkatan hari demi hari.  Kini Indonesia ditetapkan bencana nasional. Ada juga beberapa kota berstatus pembatasan sosial berskala besar (PSBB) agar pandemi tidak membawa jatuh korban lebih banyak lagi. Anak-anak bangsa perlu tidak panik, tetap tenang, serta bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Dalam beberapa pertemuan tokoh lintas agama mengimbau umatnya tetap bermunajat agar pandemi ini segera berakhir. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyerukan masyarakat menggelar salat hajat dan berdoa agar diberikan keselamatan dari wabah yang mematikan ini.

Imbauan berdoa berdasar pada keyakinan lintas agama itu diselenggarakan serentak seluruh Lampung pada Rabu, tanggal 22 April 2020, pukul 19.30. Masyarakat juga tidak perlu berkumpul–tapi dilakukan di rumah masing-masing. Simpul berdoa bersama itu terpusat di 17 titik pada 15 kabupaten dan kota di Bumi Lampung.

“Kita berharap seluruh tokoh agama bisa menggerakkan energi yang besar lagi dengan berdoa bersama memohon kepada Allah agar Lampung bisa melewati wabah ini. Keluarga kita sehat dan selamat,” ujar Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat menggelar rapat bersama tokoh agama dalam  menyikapi wabah Covid-19, Rabu (15/4/2020).

Di saat-saat  Covid-19 yang berusaha mengepung republik, negeri ini membutuhkan solidaritas seluruh elemen bangsa. Yang kaya membantu orang  miskin. Ingat corona sudah menjadi musuh bersama dan harus dikalahkan secara bersama-sama pula. Indonesia lagi diuji. Mampukah negeri ini memberikan energi yang besar—tangguh melawan corona.

Imbauan berdoa berdasar pada keyakinan lintas agama itu diselenggarakan serentak seluruh Lampung pada Rabu, tanggal 22 April 2020, pukul 19.30.

Perlu dipastikan juga bahwa virus corona ini akan menggoyahkan sendi-sendi keamanan jika anak-anak bangsa tidak cepat mengantisipasinya. Jangan-jangan tindakan kriminilitas akan bertambah dan merajalela. Bangsa ini perlu juga mengikis orang culas dan egois yang hanya mementingkan pribadi dan golongan.

Ada yang mencari keuntungan di tengah bangsa ini menghadapi pandemi. Aparat perlu diingatkan bahwa perlu dijaga ketersediaan pangan jangan ada spekulan. Jaga stabilitas harga jangan ada yang mengeruk untung, serta menjaga daya beli masyarakat dengan bantuan uang tunai. Cukup itu saja.

Dan sangat tidak elok pula pandemi ini dijadikan panggung politik bagi calon kepala daerah dan wakilnya atau politikus yang ingin merebut dan mempertahankan kursi kekuasaannya. Berhentilah mencari simpati di tengah derita rakyat di saat corona mewabah yang menggerogoti bangsa ini.  ***

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar