#beritalampung#beritalampungterkini#hargajengkol#panen

Musim Panen Tiba Harga Jengkol di Lamsel Kembali Turun

( kata)
Musim Panen Tiba Harga Jengkol di Lamsel Kembali Turun
Salah satu lapak penjual jengkol di pasar tradisional Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Rabu, 12 Oktober 2022. Lampost.co/Perdhana Wibysono


Kalianda (Lampost.co) -- Puncak musim panen harga jengkol di beberapa pasar di Lampung Selatan turun menjadi Rp12 ribu/kg. Sehari sebelumnya, harga jengkol terpantau Rp15 ribu/kg.

Menurut pedagang di Pasar Kecamatan Way Panji, turunnya harga disebabkan sudah memasuki puncak musim panen jengkol di daerah sekitar. "Jengkol lokal ambil dari petani di sekitar sini saja," kata Burhan (47), salah seorang pedagang di pasar setempat, Rabu, 12 Oktober 2022.

Baca juga: Sapi dan Kerbau Sudah Divaksin Wajib Pasang Anting 

Sejak sebulan terakhir, harga jengkol merambat turun, seperti saat ini, seiring memasuki musim panen petani lokal. "Paling lama bertahan di harga Rp15 ribu per kilonya," ujarnya.

Diperkirakan harga jengkol akan kembali turun mengingat pasokan dari petani lokal maupun luar daerah sudah mulai membanjiri beberapa lapak sayuran di pasar setempat. "Kalau lagi musim begini, pedagang dadakan juga banyak, apalagi jengkol dari luar daerah sudah mulai masuk," katanya.

Hal senada diungkapkan pedagang kaki lima di pasar tradisional Kecamatan Sidomulyo, harga jengkol diperkirakan paling rendah mencapai Rp10 ribu/kg. "Biasanya paling rendah sampai sepuluh ribu per kilonya," kata Siti (55) saat ditemui di lapaknya.

Dalam sepekan terakhir, sejak harga jengkol turun dan banyaknya warga menggelar pesta hajatan, omzet penjualan jengkol meningkat mencapai 100 kilogram/hari.

"Orang hajatan sudah menyajikan rendang jengkol, ini yang mendongkrak penjualan ditambah harga turun," ujarnya.

Selama 10 tahun pengalamannya berjualan jengkol, harga tertinggi pernah mencapai Rp100 ribu/kg, sedangkan harga terendah Rp7 ribu/kg. "Tapi sekarang ini sulit kalau mau turun harga di bawah sepuluh ribu rupiah," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar