#ojekmanol#pertanian

Musim Panen Berkah bagi Ojek Sepeda Manol

( kata)
Musim Panen Berkah bagi Ojek Sepeda Manol
Di bawah terik matahari yang menyengat, sekelompok pria berjejer mendorong sepeda dengan angkutan gabah kering panen (GKP) di areal persawahan Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jumat, 23 April 2021. Lampost.co/Arman


Kalianda (Lampost.co) -- Di bawah terik matahari yang menyengat, sekelompok pria berjejer mendorong sepeda dengan angkutan gabah kering panen (GKP) di areal persawahan Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jumat, 23 April 2021.

Rombongan ojek pengangkut gabah itu disebut orang setempat ojek sepeda manol padi. Mereka mengais rizki dari setiap karungan gabah hasil panen yang dirontok mesin combine harvester. Semuanya diangkut ke jalan raya.

Salah satunya, nampak pria paruh baya tergesa-gesa mendorong sepedanya menuju tumpukan karung gabah di tepi jalan. Pria itu adalah Idris, warga Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Dia kerap memanfaatkan musim panen untuk ojek sepeda manol.

Pria berusia 50 tahun itu mengaku alih profesi sebagai ojek sepeda manol untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, tidak banyak yang ia dapatkan, hanya cukup membantu kebutuhan keluarga kecilnya.

"Alhamdulillah, kalau mulai panen, saya alih profesi jadi ojek sepeda manol. Lumayan lah buat sehari-hari untuk anak dan istri. Apalagi dengan kondisi pandemi covid-19 ini sulit mencari rezeki," kata dia yang kesehariannya hanya buruh serabutan.

Idris mengaku penghasilan dari ojek sepeda manol tidak begitu besar. Bahkan, upah dari ojek l tersebut tergantung dari jarak gabah yang diangkut. Jika jarak angkut berkisar satu kilometer, maka upahnya hanya Rp12.500 per karung.

"Itu pun kalau akses jalannya bagus. Terkadang akses jalan dari sawah susah dilewati tentu harganya lebih tinggi lagi. Ya, paling dalam sehari bisa terkumpul berkisar Rp120 ribu sampai Rp150 ribu. Lumayan dibandingkan hari biasa," kata dia.

Sebab, di hari biasa penghasilan buruh tidak menentu. Untuk itu, dia pun bersyukur atas musim panen tersebut. "Kalau hari biasa sekitar Rp100 ribu penghasilan buruh. Itu pun jarang," kata dia.

Effran Kurniawan









Komentar