#Penyakit#Unggas#Ayam#Tetelo

Musim Panas, Unggas Warga Diserang Penyakit Gering dan Tetelo 

( kata)
Musim Panas, Unggas Warga Diserang Penyakit Gering dan Tetelo 
Tiga ekor ayam warga desa Bangunrejo, kecamatan Ketapang, Lamsel yang diduga mati karena serangan penyakit tetelo, dikumpulkan dan hendak dikubur, Jumat (18/10/2018). (Lampost/ Aan Kridolaksono)

KALIANDA (lampost.co) --Tak hanya lahan pertanian yang kering kwrontang di landa kemarau berkepanjangan.  Musim panas tahun 2018 ini juga milik warga sejumlah desa di kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan mati di serang penyakit Newcastle Disease (ND) atau tetelo.

Penyakit yang dikenal dengan istilah gering atau tetelo ini membuat mereka unggas mati. “Satu kandang tersisa dua ekor yang hidup dari 20 ekor ayam yang ada dikandang,” ungkap Giat (60), warga desa Bangunrejo kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan,  Jumat (28/10/2018).

Menurut dia,  ayam bertumbangan satu persatu sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Giat menyebutkan penyakit tetelo ataupun gering ini menyerang hampir seluruh warga dilingkungannya. “Biasanya, penyakit ini datang ketika musim panas yang berkepanjangan atau memasuki panca roba,” pungkasnya. 

Senada dilontarkan Jarwo (40 warga desa Karangsari  kecamatan Ketapang.  Menurut dia,  dari 50 ekor ayam kampung miliknya, Saat ini tersisa 15 ekor.  Meski sudah banyak yang mati,  ungkap Jarwo,  sebagai bentuk antisipasi, sisa ayam yang masih hidup divaksinasi. Kebersihan kandang serta makanan pun turut dijaga. “Tapi memang gak menjamin juga. Dari pengalaman sebelumnya ada aja yang mati, tapi siapa tahu upaya vaksinasi ini tidak sia sia,” harapnya. 

Sebelumnya, petugas peternakan kecamatan Ketapang Aka Jousin menjelaskan, cuaca ekstrem saat ini membuat hewan unggas yang daya tahan tubuhnya lemah mudah terserang tetelo.

Selain itu, banyaknya unggas yang mati mendadak disebabkan pemelihara tidak mengkandang peliharaannya. Sehingga rentan terserang penyakit ditambah makanan yang diberikannya pun kurang baik untuk daya tahan tubuh hewan ternaknya.

“Memang dikampung banyak uanggas warga yang diliarkan,  sehingga rentan penyakit,” tandasnya.

 

 

 

Aan Kridolaksono

Berita Terkait

Komentar