#musimhujan#mundur

Musim Hujan Tahun Ini Mundur,  Begini Penjelasannya

( kata)
Musim Hujan Tahun Ini Mundur,  Begini Penjelasannya
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Lampung Agus Heru. Foto: Lampost.co/Nur Jannah

Kalianda (Lampost.co): Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Lampung Agus Heru mengungkapkan tahun ini  musim hujan mengalami keterlambatan, atau mundur dibanding tahun sebelumnya.

Menurut dia,  mundurnya musim hujan terjadi  di 1-4 dasarian. Ia mencontohkan  awal musim hujan di wilayah barat terjadi di dasarian 2 oktober artinya dari tanggal 11-20 , akan tetapi rata-rata awal musim hujan diperkirakan november ada yang mulai di dasarian 1.

 Seperti Tulang Bawang dan bagian utara rata-rata  awal november,  kemudian way kanan Lampung utara mulai di dasarian 3 ,tapi rata-rata awal november. " Keterlambatan musim hujan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor pengendali di Indonesia ada beberapa faktor pengendali,  paling tidak pengendali di Lampung  yang paling signifikan dipengaruhi oleh angin monsun," kata Heru di kantornya. 

Ia menjelaskan musim yang umumnya dibagi  setiap enam bulan dari April - Oktober dari timur ke tenggara. Artinya angin berasal dari Australia - Asia,  Lampung kita kena di timur tenggara ini sifatnya kering kurang uap.

Enam bulan kemudian, Oktober -  April  angin monsun berubah dari Asia-australia  dari utara melewati ekuator dibelokan maka di Lampung dari timur ke barat,  angin daratan sifatnya basah maka terjadi musim hujan.


Menurutnya keterlambatan musin hujan tersebut  disebabkan oleh beberapa faktor,  salah satunya angin monsun, yang biasanya sudah angin baratan,  sampai sekarang angin masih di timur. Artinya  kondisi uap air di indonesia pada umumnya khususnya di Lampung uapnya masih sedikit atau kering, itu salah satu faktornya.

 
Kemudian yang mempengaruhi cuaca di Lampung dipol mode perbedaan suhu permukaan laut antara permukaan sebelah barat dan pantai sebelah timur afrika.  " Jadi kita tidak bisa hanya melihat Lampung tapi terkait dengan lokal dan regional," papar dia.

Sedangkan kondisi lokal dipengaruhi oleh topografis seperti pegunungan, dataran tinggi. Karena ada pemaksaan udara yang naik ke atas sehingga terjadi konensasi maka terjadi hujan.  Faktor regional dipengaruhi oleh benua asia,  angin balik dari Australia membawa kekeringan, sedangkan angin dari asia membawa basah. 

Angin monsun yang normalnya setiap enam bulan sekali, namun karena terjadi anomali suhu disebelah timur  Samudra Hindia,  Sumatra dengan pesisir timur Afrika sehingga terjadi pergerakan angin masa udara yang dikendalikan oleh panas.  


" Nah ternyata sekarang angin masih di Afrika masih panas perairanya,  perairan di Lampung dingin maka tekanan tinggi dibandingkan dengan di Afrika, masa angin dari barat sumatera bergerak ke arah afrika sehingga uap masih kering, dan penyebab ke tiga adalah el nina,  la nina akan tetapi kondisi sekarang masih netral,  tidak signifikan terhadap perubahan di Lampung." tandasnya.

Nur Jannah



Berita Terkait



Komentar