#Hujan#IkanAsin

Musim Hujan, Hasil Produksi Ikan Asin di Pulau Pasaran Menurun

( kata)
Musim Hujan, Hasil Produksi Ikan Asin di Pulau Pasaran Menurun
Produksi ikan asin di Pulau Pasaran, Telukbetung Barat, Bandar Lampung, mengalami penurunan. Lampost.co/Andy Apriyadi

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Memasuki musim hujan produksi ikan asin di Pulau Pasaran, Telukbetung Barat, Bandar Lampung, mengalami penurunan.

Pengelolaan ikan asin Pulau Pasaran Sunaryoto (55) mengatakan, penurunan produksi ikan asin disebabkan air hujan yang membuat air laut menjadi dingin. Sehingga membuat ikan-ikan tidak naik kepermukaan laut.

"Ikan kalau banyak air hujan nggak mau kena karena airnya dingin. Jadi, hasil tangkapan ikan berkurang," ujarnya saat ditemui ditempat usahanya, Selasa, 14 Januari 2020.

Menurut Sunaryoto, sebelum memasuki musin hujan biasanya para nelayan Pulau Pasaran bisa membawa hasi tangkapan ikannya mencapai satu sampai dua ton."Kalau sekarang paling dapat setengah sampai seperempat ton," kata dia.

Sunaryoto juga menjelaskan, menurunnya tangkapan ikan sudah dirasakan sejak satu bulan lalu. Akibatnya sejumlah pengelolaan ikan asin dan nelayan yang melaut mengalami kerugian.

"Saya punya dua kapal yang biasa digunakan cari ikan asin, sekali melaut biaya operasional Rp2 juta, kalau dua kapal berarti operasionalnya Rp4 juta," jelasnya.

"Kami juga terpaksa menaikkan harga, biasanya ikan asin basah perpak seharga Rp100 ribu. Sekarang harganya Rp200 ribu, itu juga kualitas ikannya kurang bagus," sambungnya.

Kendala lainnya, lanjut Sunaryoto, musim hujan membuat pengelolaan kesulitan menjemur ikan asin. Sehingga menyebabkan kualitas ikan rusak."Karena selama ini kami nggak pakai bahan pengawet," kata dia.

Tidak hanya itu, ia mengungkapkan, kerugian juga berdampak kepada belasan pegawainya. Sebab selama ini usaha ikan asin yang dikelolanya melibatkan warga sekitar.

"Kalau kaya ginikan ibu-ibu yang kerja di sini mengalami kerugian juga. Karena selama ini usaha saya membantu perekonomian mereka," paparnya.

Sementara itu, Wasni (37) pekerja ikan asin Pulau Pasaran mengatakan, cuaca seperti ini berpengaruh sekali dengan pehasilnya. Sehingga membuat dirinya bersama pekerjaan lainnya mengalami kerugian.

"Kalau cuaca lagi mendung kami nggak dapat penghasilan. Biasanya sehari kami biasa dapat Rp60 sampai Rp80 ribu, tapi sekarang paling cuma dapat Rp25 ribu sehari," pungkasnya. (CK3).

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar