#beritalampung#beritadaerah#lampung#pasar#cabai

Musim Hujan, Harga Cabai Kriting di Lamsel Melambung

( kata)
Musim Hujan, Harga Cabai Kriting di Lamsel Melambung
Pembeli saat membeli kebutuhan sayur mayur di Pasar Inpres Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (14/3). (Lampost.co/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co) -- Harga cabai merah kriting di Lampung Selatan, sejak dua hari terakhir melambung tinggi mencapai Rp26 ribu perkilogram. Naiknya harga cabai itu diakibatkan cuaca hujan yang terus menerus di sejumlah daerah. 

Sementara itu, harga cabai rawit caplak turun Rp15 ribu perkilo, naiknya harga cabai keriting tersebut diakibatkan cuaca hujan yang terus mengguyur.

Kosasi (39), salah satu pedagang di Pasar Tradisional Inpres, Kecamatan Kalianda  mengatakan saat ini harga cabai merah mencapai Rp60 ribu perkilo sebelumnya Rp34-40 ribu per kg. Diketahui kenaikan harga cabai ini dikarenakan musim penghujan, sehingga stok cabai berkurang. 

"Naiknya harga eceran di pasar sudah dua hari ini, mas. Kenaikan untuk dipasar ini kami mengikuti harga ditingkat agen," katanya, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, lain hal dengan harga cabai Caplak yang mengalami penurunan dari harga Rp40 ribu menjadi Rp25 ribu per kg. "Hanya cabai gunung yang masih bertahan Rp40 ribu per kg," katanya.

Hal yang sama dikatakan Burhanuddin (42) pedagang lainnya. Dia mengatakan naiknya harga tersebut karena pasokan cabai merah di gudang saat ini berkurang karena di akibatkan cuaca hujan yang terus menerus, sehingga para petani cabai banyak lahannya yang terkena banjir dan mengalami gagal panen. 

"Saat ini petani cabai banyak yang tidak panen karena lahannya terendam air, sehingga para petani khususnya petani cabai merah banyak yang mengalami kerugian. Namun,  yang dikhawatirkan kalau air tidak juga kunjung surut besar kemungkinan akan membuat cabai semakin kerisis sehingga hargapun akan lebih melambung lagi," katanya.

 

Armansyah



Berita Terkait



Komentar