bantuankuota

Murid Penerima PIP/PKH Tidak Dapat Bantuan Kuota

( kata)
Murid Penerima PIP/PKH Tidak Dapat Bantuan Kuota
dok Lampost.co

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kemendikbud direncanakan akan membagikan kuota internet untuk murid berbagai jenjang pendidikan. Namun, bantuan tersebut diberikan hanya kepada murid yang bukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau Program Indonesia Pintar (PIP).

Hal itu disampaikan Kemendikbud melalui surat edaran nomor : 4239/J1/KP/2020 tanggal 1 September 2020 terkait pemberitahuan verifikasi dan validasi data nomor ponsel. Dalam surat tersebut diterangkan Kemendikbud akan memberikan bantuan kuota bagi seluruh peserta didik yang belum mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) atau Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah.

Terkait hal itu Kasie Kelembagaan Disdikbud Bandar Lampung Mulyadi Syukri menjelaskan, kebijakan itu bertujuan agar bantuan yang diberikan merata. Dengan begitu, lanjutnya, bantuan yang tersedia akan lebih efektif.

"Berdasarkan surat tersebut, artinya siswa yang sudah mendapatkan bantuan PKH ataupun PIP tidak mendapatkan subsidi kuota internet dari pemerintah. Maksudnya, agar bantuan tersalurkan merata," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak salah paham jika ada yang tidak mendapatkan bantuan kuota. Mulyadi berharap masyarakat yang anaknya mengikut program PKH atau PIP paham soal lebijakan tersebut.

"Dan surat edaran ini sudah kita sampaikan ke masing-masing satuan pendidikan, dan kami harap tak ada salah wali murid paham nantinya," kata dia.

Saat ini, pihak sekolah masih menginput nomor telepon peserta didik ke Dapodik, dan sekolah juga memvalidasi apakah nomor telepon tersebut aktif atau tidak. Supaya, subsidi bantuan kuota internet tersebut sampai ke peserta didik.

Terkait, petunjuk teknis pengiriman kuota internet tersebut, Moelyadi mengakui, belum ada juknis bagaimana penyaluran kuota tersebut.

"Teknis pengirimannya seperti apa, kita belum tahu. Pada prinsipnya, kita hanya mengikuti sesuai instruksi dari pusat," tandasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar