#masjid#mui

MUI Tegaskan meski Ibadah di Rumah, Masjid Jangan Ditutup

( kata)
MUI Tegaskan meski Ibadah di Rumah, Masjid Jangan Ditutup
Ilustrasi. Lampost.co

Jakarta (Lampost.co) -- Meski saat ini masyarakat diimbau melaksanakan ibadah di rumah guna memutus mata rantai penyebaran virus korona (covid-19), masjid tidak harus ditutup. Masjid tetap menjadi pusat syiar keagamaan.

"Saat Ramadan tiba, takmir masjid bisa memberi tahu waktu sahur, waktu masuknya salat, waktu berbuka, termasuk juga tilawah Al-Qur.'an,” kata Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh dalam videonya, Jumat, 17 April 2020.

Menurut dia, para ulama sepakat ketika ada udzur syari, saat hendak mengumandangkan azan sebagai penanda masuknya waktu salat, muazin dapat memberi tahu pada jamaah agar salat di rumah masing-masing melalui tiga cara. Pertama, mengganti kalimat hayya alas shalah (marilah kita salat) dengan shallu fi rihalikum.

Kedua, menuntaskan seluruh lantunan azan dan terakhir diganti dengan shallu fi rihalikum. Sedangkan yang ketiga, muazin dapat mengumandangkan azan seperti biasa, kemudian seusai azan muazin memberikan penjelasan bahwa salat bisa dilaksanakan di rumah masing-masing dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah.

"Masjid tetap menjadi syiar keagamaan, tapi aktif dan menjaga kegiatan keagamaannya bisa disentralisasi di kediaman masing-masing. Kita perkuat rumah dengan aktif beribadah, dengan ini kita berdoa pada Allah mudah-mudahan wabah covid-19 dapat segera teratasi," katanya.

Media Indonesia



Berita Terkait



Komentar