#programramadan#mui#kpi

MUI Minta KPI Setop Program Ramadan Membandel

( kata)
MUI Minta KPI Setop Program Ramadan Membandel
Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan sementara beberapa program Ramadan di televisi yang tetap bandel meski sudah diberi masukan, koreksi, dan menyatakan komitmen perbaikan. Dok MUI


Jakarta — Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan sementara beberapa program Ramadan di televisi yang tetap bandel meski sudah diberi masukan, koreksi, dan menyatakan komitmen perbaikan.  

Pada Jumat, 30 April 2021, Tim Pemantau MUI menyampaikan temuan beberapa program bermasalah di paruh pertama Ramadan kepada para produser televisi yang difasilitasi KPI. Delegasi televisi pun berkomitmen melakukan perbaikan. 

Namun dalam pantauan paruh kedua Ramadan, tim pemantau tayangan Ramadan MUI menemukan potensi pelanggaran dan ketidakpatuhan di beberapa program.  

Ketua Komisi Infokom MUI, Mabroer MS, menjelaskan program-program tersebut yaitu Sore-Sore Ambyar TransTV, Pas Buka Trans7, Sahur Seger Trans7, Ramadhan In The Kost dan Kring-kring Ramadhan in The Kost di Net TV, serta Pesbukers New Normal ANTV. 

Program-program tersebut tetap bandel dengan menayangkan tayangan yang mengandung unsur memperolok, merendahkan, melecehkan dan mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia, dan memiliki makna jorok/mesum/cabul/vulgar. 

Mabroer menyayangkan sikap ketidakseriusan dan nihilnya komitmen dari lembaga penyiaran untuk memperbaiki konten yang bermasalah itu. Padahal, dalam pertemuan evaluasi bersama MUI, KPI, dan Kementerian Agama dengan lembaga penyiaran televisi, lembaga penyiaran telah kembali menyatakan komitmen untuk memperbaiki tayangan yang dianggap bermasalah. 

“Sikap inkonsistensi ini tentu sangat disayangkan, mengingat publik berhak mendapatkan siaran berkualitas, bukan rendahan dan murahan,” kata dia, dalam keterangannya, Rabu, 5 Mei 2021. 

Untuk itu, merujuk Peraturan KPI Nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran (SPS), Pasal 80, Mabroer menyatakan MUI meminta KPI menjatuhkan sanksi penghentian sementara terhadap tayangan-tayangan yang membandel itu. 

"Ini dimaksudkan agar ada efek jera sekaligus kesadaran terhadap posisi sebagai agen perubahan, perbaikan moral bangsa dan mencerdaskan masyarakat,” kata dia.  

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar