#MUI#Lebaran#VirusKorona

MUI Mesuji Keluarkan Imbauan Menjelang Lebaran

( kata)
MUI Mesuji Keluarkan Imbauan Menjelang Lebaran
Ilustrasi: Medcom.id

Mesuji (Lampost.co) -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mesuji keluarkan delapan imbauan bagi umat Islam di kabupaten setempat, Senin, 18 Mei 2020. Hal ini sebagai panduan umat Islam dalam menyabut hari raya Idulfitri mendatang.

Ketua MUI Mesuji Chusni Fadil menjelaskan jika delapan imbauan tersebut berdasarkan fatwa MUI Pusat Nomer 28 tahun 2020, tanggal 20 Romadhan 1441H/13 Mei 2020. Panduan ini terkait cara takbir dan salat Idulfitri.

"Dengan dasar tersebut maka panduan ini diberikan kepada umat Islam untuk dapat meraih keutamaan di hari raya Idulfitri. Namun, tetap  memerioritaskan keselamatan dan kemaslahatan umat," kata ketua MUI Mesuji Chusni Fadil.

Ia menerangkan poin imbauan tersebut siantaranya pelaksanaan takbir dan salat Idulfiri sebaiknya dilaksanakan di rumah sebagai keluarga inti. Jika terpaksa di lakukan di luar rumah maka sebaiknya di batasi jumlah jamaahnya dengan tidak berfokus pada satu tempat.

"Salat Ied bisa dilaksanakan satu lingkungan dengan beberapa titik sehingga tidak ada kumpulan massa yang banyak dan diyakini tidak ada jamaah yang ODP, PDP, OTG. Jika di suatu kawasan atau lingkungan terkendali atau bebas covid-19 dan di yakini tidak terdapat penularan seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen atau tidak ada yang terkena covid-19 dan tidak ada keluar masuk orang luar kawasan maka bisa menggelar shalat  Iduln fitri di luar rumah," terangnya.                                                                                                                                               

Ketiga, pelaksanaan shalat Id tidak berfokus pada suatu titik  lokasi dan membatasi jumlah jamaah  dengan memanfaatkan Musolla lingkungan, tempat Majelis taklim, atau Masjid sebagai tempat pelaksanaan.

"Berikutnya pelaksanaan salat Ied dilakukan dengan menperpendek bacaan dan pelaksanaan Khutbah. Bagi para pendatang dan orang tersebut dari luar daerah serta memiliki permasalahan kesehatan untuk tidak ikut melaksanakan shalat Idulfitri secara berjamaah. Artiya boleh salat sendiri,” ujarnya.

Kemudian, memperketat standar protokol kesehatan ditempat pelaksanaan salat Ied dengan menggulung karpet, menyediakan peralatan cuci tangan, hand sanitizer, thermogun, tidak melakukan kontak fisik dengan physical distancing, jamaah harus menggunakan masker, membawa sajadah sendiri.

“Silaturahmi saling memaafkan kepada saudara dan tetangga dengan menggunakan fasilitas media sosial. Terakhir, mematuhi kebijakan pemerintah baik pusat ataupun pemerintah daerah dan intansi terkait dalam penanggulangan covid -19 di kabupaten Mesuji," paparnya.

 

 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar