#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritanasional#mui

MUI Anjurkan Salat Tarawih di Rumah

( kata)
MUI Anjurkan Salat Tarawih di Rumah
Ilustrasi. Foto: Dok/MUI


Jakarta (Lampost.co): Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat melaksanakan ibadah tarawih saat bulan Ramadan di rumah. Ini penting dilakukan demi mengurangi penyebaran virus korona (covid-19).

"Salat Tarawih juga harus di rumah, tidak berjamaah terutama di daerah yang zona merah," kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi di Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi, Minggu, 29 Maret 2020.

Keselamatan diri dinilai lebih penting untuk sekarang. Masyarakat diminta kembali ke anjuran Nabi Muhammad dalam pelaksanaan salat tarawih di tengah masa pandemi virus korona.

"Iya betul (keselamatan diri lebih penting), apalagi ini sunah kan, salat tarawih ini dalam tradisi yang dikembangkan oleh nabi tidak berjamaah," ujar Masduki.

Baca juga: MUI Larang Mudik di Tengah Pandemi Korona

Salat tarawih baru bisa dilaksanakan di masjid jika daerah tersebut benar-benar tidak terjangkit wabah. Setiap Kepala RT dan RW diminta memantau perkembangan daerahnya dengan pasti terlebih dahulu sebelum menerapkan salat tarawih di masjid.

"Harus dengan tingkat kehati-hatian, orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) harus terlacak dengan baik kalau memang aman dari dua itu, ya silahkan (tarawih di masjid)," kata Masduki.

Masyarakat diminta tidak memaksakan melakukan tarawih di masjid jika wabah ini semakin memburuk. Masyarakat diminta menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga.

"Kalau enggak aman ya mendingan di rumah masing-masing, jamaah di rumah," ucap Masduki.

Total pasien positif korona per Sabtu, 28 Maret 2020, menjadi 1.155 orang. Pasien yang meninggal mencapai 102 jiwa, sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh menjadi 59 orang.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar