#kerukunan#mui

MUI Ajak Umat Menjaga dan Memelihara Kerukunan

( kata)
MUI Ajak Umat Menjaga dan Memelihara Kerukunan
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid.MI/Susanto

Jakarta (Lampost.co) -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak ingin pengucapan selamat Natal kepada umat Nasrani terus diperdebatkan. MUI mengajak seluruh umat Islam menghormati perbedaan dan menjaga kerukunan.
 
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid mengatakan ada perbedaan pandangan para ulama menilai masalah ini. Sebagian ulama melarang dan ada yang membolehkan.
 
MUI pusat, kata dia, belum pernah mengeluarkan fatwa tentang hukumnya memberikan tahniah atau ucapan selamat Natal kepada umat Nasrani. MUI mengembalikan masalah ini kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang sudah ada sesuai dengan keyakinannya.

 MUI menghormati pendapat ulama yang menyatakan mengucapkan selamat Natal hukumnya haram atau dilarang agama. Hal itu didasarkan pada argumentasi mengucapkan selamat Natal bagian dari keyakinan agamanya.
 
"Begitu juga sebaliknya, MUI menghormati pendapat ulama yang menyatakan mengucapkan selamat Natal itu hukumnya mubah atau boleh dan tidak dilarang agama karena didasarkan pada argumentasi hal itu bukan bagian dari keyakinan agama tetapi sebatas memberikan penghormatan atas dasar hubungan kekerabatan, bertetangga, dan relasi antarumat manusia," kata Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019.
 
MUI mengimbau seluruh masyarakat arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut, tidak menjadikan polemik yang mengganggu kerukunan dan harmoni hubungan intern maupun antarumat beragama.
 
Wakil Menteri Agama ini mengatakan MUI berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga dan memelihara kerukunan dan persaudaraan di antara sesama anak bangsa. Baik persaudaraan keislaman, persaudaraan atas dasar kemanusiaan, maupun persaudaraan kebangsaan.
 
"Demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan damai," katanya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar