#vapeharam#muhammadiyah#beritanasional#fatwa

Muhammadiyah Terbitkan Fatwa Vape Haram

( kata)
Muhammadiyah Terbitkan Fatwa Vape Haram
Ilustrasi. Foto: Google Images

Jakarta (Lampost.co): Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa segala bentuk rokok elektronik atau vape haram. Ini mempertegas fatwa haram rokok yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

"Rokok elektronik hukumnya haram sebagaimana rokok konvensional karena termasuk kategori perbuatan konsumsi yang khaba'is atau merusak atau membahayakan," kata anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Wawan Gunawan Abdul Wachid saat membacakan fatwa haram rokok elektrik di Yogyakarta, Jumat, 24 Januari 2020.

Wawan menjelaskan, menghisap rokok elektronik mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan. Merokok Vape juga dinilai perbuatan bunuh diri secara cepat atau lambat, yang dilarang Alquran Surah Al Baqarah ayat 195 dan Surah An Nisa' ayat 29.

Selain itu, menurut fatwa Muhammadiyah, menghisap rokok elektronik merupakan perbuatan yang membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan uapnya sebagaimana kesepakatan para ahli medis dan akademisi.

Rokok elektronik sebagaimana rokok konvensional diakui mengandung zat adiktif dan unsur racun yang membahayakan.

"Dampak buruk rokok elektronik dapat dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang," kata Wawan.

Karena merokok elektronik diharamkan, maka Muhammadiyah mengganggap belanja rokok elektronik merupakan perbuatan tabzir atau pemborosan yang dilarang Alquran Surah Al Isra ayat 26 dan 27.

Wawan mengatakan menggunakan rokok elektronik bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah, yaitu pelindungan agama, pelindungan jiwa dan raga, pelindungan akal, pelindungan keluarga, dan pelindungan harta.

"Merokok elektronik bertentangan dengan prinsip-prinsip kesempurnaan Islam, iman, dan ihsan," paparnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar