#beras#bulog

MRMP Diharapkan Produksi Beras Premium dengan Harga Murah

( kata)
MRMP Diharapkan Produksi Beras Premium dengan Harga Murah
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Faisal. Triyadi Isworo/Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) berencana membangun modern rice milling plant (MRMP) atau penggilingan padi/gabah modern agar mampu memproduksi beras premium sendiri dengan harga terjangkau.

Secara nasional, MRMP akan dibangun di 13 wilayah, yakni Bandar Lampung, Bojonegoro, Magetan, Jember, Banyuwangi, Sumbawa, Sragen, Kendal, Subang, Karawang, Cirebon, Luwu Utara, dan Grobogan.

Modern Rice Milling Plant (MRMP) di masing-masing lokasi terdiri dari dryer (pengering) dengan kapasitas 120 ton per hari, penggilingan gabah atau rice milling unit (RMU) sebesar 6 ton per jam, dan silo atau tempat penyimpanan gabah 3 unit dengan kapasitas 2.000 ton.

Menanggapi hal tersebut Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Faisal mengatakan saat ini MRMP sedang dalam proses pembangunan. Ia mengatakan bahwa diharapkan tahun depan sudah bisa beroperasi untuk menyerap gabah petani.

"Di Lampung masih proses pembangunan. Nantinya bisa menampung silo 6.000 ton, drayer 120 ton perhari dan RMU 6 ton perjam," katanya kepada Lampost, Selasa, 22 Juni 2021.

Dengan terbangunnya MRMP, Bulog bisa menyerap seluruh hasil panen gabah petani untuk kemudian ditampung dan dikeringkan oleh dryer dan disimpan di silo. Mesin yang dibangun ini mampu mengeluarkan beras premium.

"Dengan teknologi modern ini, Bulog bisa menjamin kadar air dalam gabah yang sangat rendah, sesuai dengan ketentuan sehingga beras bisa tahan lama," tambahnya.

Selain itu, Bulog juga mampu memutus rantai pasok gabah karena dapat langsung menyerap gabah dari petani dan meminimalisasi potensi tengkulak. Petani seringkali mendapat harga jual beras yang sangat rendah, bahkan di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Sehingga tidak akan ada lagi beras lama, beras berkutu. Pihaknya ingin sajikan ke masyarakat Indonesia beras berkualitas dengan harga murah.

Sebelumnya Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi membuka peluang kerjasama dengan 3 BUMD DKI Jakarta. Ke-3 BUMD tersebut yaitu PT Food Station, PD Dharma Jaya, dan PD Pasar Jaya. Adapun komoditas yang diperlukan oleh ke-3 BUMD tersebut yaitu Beras Premium, Gula Konsumsi, Garam, dan Tepung Tapioka.

Apalagi kebutuhan komoditi PT Food Station yang harus dipenuhi Provinsi Lampung melalui BUMD Wahana Raharja dalam peluang kerjasama ini diantaranya Beras Premium sebanyak 500 ton/bulan, Gula Konsumsi sebanyak 4000 ton/bulan, Garam sebanyak 8300 ton/bulan, dan Tepung Tapioka sebanyak 1000 ton/bulan.

Winarko







Berita Terkait



Komentar