Vaksincovid-19

MPR Usulkan Wartawan Masuk Kelompok Prioritas Vaksinasi

( kata)
MPR Usulkan Wartawan Masuk Kelompok Prioritas Vaksinasi
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Wakil Ketua MPR RI Rerie L. Moerdijat mengungkapkan MRI RI mengusulkan kepada pemerintah untuk menjadikan wartawan sebagai bagian dari kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19. Hal itu disampaikan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo kepada Presiden Joko Widodo.

"Saya menyampaikan mudah-mudahan ini menjadi kabar gembira buat semuanya dan menjadi hadiah. Dari rapat pimpinan MPR, Ketua MPR, Bambang Soesatyo mengusulkan kepada pemerintah agar wartawan menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan prioritas vaksin," ucapnya dalam sambutan HUT Media Indonesia ke-51, Selasa, 19 Januari 2021.

Dia berharap usulan tersebut bisa disetujui pemerintah. Mengingat pekerjaan yang dilakukan wartawan memiliki risiko tinggi terhadap penularan Covid-19. "Mudah-mudahan dapat disetujui pemerintah dan direalisasikan. Jika ini bisa terjadi merupakan hal yang luar biasa buat semua," imbuhnya.

Deputy Chairman Media Group itu mengatakan pada awal Januari 2020, ketika wabah pertama muncul di Wuhan, Tiongkok, tidak ada yang memikirkan dampaknya akan separah saat ini.

Di Tanah Air, semua pihak bahu-membahu untuk mendukung penanganan pandemi. Hal itu pun yang dilakukan Media Group melalui yayasan kemanusiaannya dengan menyediakan tempat bagi tenaga kesehatan yakni The Media Hotel.

"Berdasarkan catatan dan laporan hingga 31 Desember, 39.502 kamar mengakomodasi sekitar 68.663 personel gugus tugas ditampung di Media Hotel," bebernya.

Selain itu, bersama Media Indonesia sejak awal pandemi telah mendampingi dan mengawal mulai dari proses evakuasi WNI di Wuhan hingga saat ini. Media Indonesia mendukung para WNI yang pulang dari Wuhan dalam audiensi dengan MPR dan menerbitkan catatan dari para WNI tersebut.

"Hasil audiensi ini melahirkan buku yang ditulis mereka dan diterbitkan Media Indonesia. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Media Indonesia. Kalau bukan kawan-kawan tentu catatan sejarah ini tidak akan ada," tandasnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar