#penembakan#tni#senjataapi

Motif Penembakan Sopir Taksi oleh Oknum TNI Masih Diselidiki

( kata)
Motif Penembakan Sopir Taksi oleh Oknum TNI Masih Diselidiki
Kapenrem 043 Garuda Hitam Mayor Inf Joko Warsito, saat diwawancarai, Senin 22 Maret 2021. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Staf Korem (Kasrem) 043 Garuda Hitam, Kolonel Inf. Dwi Endrosasongko, mengunjungi sopir taksi online Kurnalis Asmarangaka di RS Medika Natar. Kurnalis merupakan korban penembakan oknum TNI berinsial Sersan G yang sedang diperiksa di Denpom II/3 Lampung.

"Tadi pagi Bapak Kasrem menjenguk. Alhamdulillah kondisi korban membaik. Kami memberikan bantuan moril dan materil," ujar Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 043 Garuda Hitam, Mayor Inf Joko Warsito, Senin, 22 Maret 2021.

Mayor Joko tidak menjelaskan identitas oknum penembak Kurnalis, begitu pula dengan motif penembakan tersebut. Saat ini pihak Polisi Militer (PM) masih melakukan pemeriksaan secara intensif.

"Masih pendalaman," katanya.

Baca: Penembak Sopir Taksi Online Diperiksa Denpom Lampung

Sebelumnya diberitakan, Kurnalis ditembak di depan Kantor BPJS Kesehatan, Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Rajabasa, pada Sabtu, 20 Maret 2021 sekitar pukul 08.00 WIB. Terduga pelaku penembakan berinisial G dengan pangkat Sersan telah diamankan di Denpom II/3 Lampung. 

Informasi yang didapat Lampost.co, pelaku berdinasi di Batalyon Infanteri 143/Tri Wira Eka Jaya, namun Kapenrem belum memaparkan asal satuan karena dalam proses pemeriksaan.

"Untuk motif sedang dilakukan pendalaman. Pelaku tengah menjalani pemeriksaan untuk proses hukum selanjutnya," ujarnya.

Korban mengalami luka karena terkena tembakan beramunisi karet. Penembakan dilakukan saat korban mendapat order di daerah Langkapura menuju Holland Bakery Natar, Lampung Selatan.

Setelah penumpang diantar, korban pun kembali dan menuju arah Kemiling. Namun di tengah perjalanan, korban kembali mendapatkan order pada pukul 06.29 WIB. Titik jemput order kedua adalah Balai Krakatau Kemiling dan titik antar kembali di Holand Bakery Natar.

Ternyata, pemesan kedua adalah orang yang sama.

Korban pun menuju titik antar. Sesampainya di depan Kantor BPJS, penumpang meminta berhenti sebentar dengan alasannya teman pengorder hendak ikut.

Tak lama, korban mendengar suara seperti balon pecah, lalu merasa lemas karena melihat darah keluar dari badannya.

Korban dipindahkan ke kursi depan bagian kiri. Penumpang tersebut membawa kendaraan ke arah Natar. Korban pun sadar dan meraih setir mobil sehingga terjadi saling rebut dan kendaraan berjalan zigzag.

Saat itu, seorang anggota polisi melihat hal aneh dan mengikuti mobil tersebut. Kemudian korban pun ditemukan di area sawit Natar, Lampung selatan.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar