#Perkelahian

Motif Duel Maut Belum Jelas

( kata)
Motif Duel Maut Belum Jelas
Lokasi duel maut di kebun singkong Desa Kota Jawa Kecamatan Way Khilau. Dok Polsek Kedondong


Pesawaran (Lampost.co) -- Polsek Kedondong Kabupaten Pesawaran masih melakukan pendalaman terkait insiden duel maut yang terjadi di Desa Kota Jawa Kecamatan Way Khilau.

Kapolsek Kedondong AKP Amin Rusbahadi mengaku telah meminta beberapa keterangan dari pihak keluarga korban.

"Sudah ada delapan orang yang kami mintai keterangan dan semuanya itu merupakan keluarga dari kedua belah pihak yang berduel," ujar Amin, Senin, 28 Desember 2020.

Amin mengatakan sampai dengan saat ini belum bisa dipastikan motif yang memicu keduanya berkelahi.

 

Baca: Duel Berujung Maut

 

"Inikan masih dalam penyelidikan, jadi kami belum bisa memastikan motifnya apa. Nanti kalau sudah bisa dipastikan penyebabnya akan beri tahu," katanya.

Menurutnya, untuk saat ini salah satu korban yang masih dalam keadaan kritis dan dirawat di Rumah Sakit Mitra Husada Kabupaten Pringsewu belum bisa dimintai keterangan.

"Intinya kami masih terus mengumpulkan keterangan-keterangan dari dua belah pihak," ujar dia.

Sebelumnya, duel antara Nuryadin (55) dan Beramhar (60) warga Desa Kota Jawa Kecamatan Way Khilau berujung maut.

Beramhar meninggal dunia saat warga sekitar membawanya menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pesawaran.

"Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 20 Desember 2020. Untuk saat ini korban Nuryadin masih berada di Rumah Sakit Mitra Husada Kabupaten Pringsewu dalam kondisi kritis setelah mendapatkan luka di sekujur tubuhnya," kata Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo.

Dia mengatakan, keduanya melakukan perkelahian menggunakan senjata tajam jenis golok di kebun singkong milik salah satu warga desa setempat.

"Jadi kebun ini berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman penduduk. Tidak ada saksi mata, warga setempat mengetahui adanya perkelahian setelah Nuryadin keluar dari kebun dengan merangkak dalam kondisi bersimbah darah," ujar dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar