#Moeldoko#Jiwasraya

Moeldoko Bantah Lindungi Eks Direktur Keuangan Jiwasraya

( kata)
Moeldoko Bantah Lindungi Eks Direktur Keuangan Jiwasraya
Kepala Staf Presiden Moeldoko. Foto: dok MI.


Jakarta (Lampost.co) -- Kepala Staf Presiden Moeldoko membantah melindungi mantan direktur keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo. Harry pernah menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian III bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Ekonomi Strategis di KSP.

"Jadi tidak ada Moeldoko melindungi, Istana melindungi, apalagi Istana," katanya di Kantor Staf Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019.

Moeldoko baru mengenal sosok Harry saat menjadi tenaga ahli pada 2016. Ia direkrut lantaran memiliki rekam jejak positif selama menjadi petinggi asuransi pelat merah itu.

"Itulah yang me-reference KSP kenapa dia bisa diangkat ke sini. Jadi jangan salah dulu analisanya," ungkap dia.

Namun pascakasus Jiwasraya mencuat pada 2018, Moeldoko memutuskan tidak melanjutkan keanggotaan Harry pada periode kedua pemerintahan Jokowi.

"Pada saat kami bubarkan, Pak Harry sudah selesai, tidak dimasukkan rekrut yang kedua, bahkan daftar pun enggak," tegasnya.

Kasus Jiwasraya bermula dari laporan pengaduan masyarakat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi sejak 2014 sampai 2018.

Jiwasraya melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentase bunga tinggi berkisar antara 6,5 persen dan 10 persen sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun.

Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen.

Secara umum, RBC adalah pengukuran tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan asuransi, dengan ketentuan OJK mengatur minimal batas RBC sebesar 120 persen.

Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Mulai dari strategic partner yang menghasilkan dana Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi sebesar Rp1 triliun dan sumber dana lain dari pemegang saham sebesar Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut sebesar Rp32,89 triliun.

Saat ini ada delapan perusahaan yang tertarik menyuntikkan dana untuk pemulihan Jiwasraya. Nantinya satu perusahaan dengan penawaran terbaik akan dipilih untuk menjadi pemegang saham di Jiwasraya Putra sebagai anak usaha dari Jiwasraya.

Jiwasraya Putra telah membuat perjanjian kerja sama distribusi, salah satunya melalui kerja sama kanal pemasaran bancassurance. Kerja sama tersebut akan menggandeng perusahaan BUMN seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler, dan PT Kereta Api Indonesia.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar