#penipuan#kriminal

Modus Bayar Hutang, Warga Metro Gelapkan Kendaraan Bermotor

( kata)
Modus Bayar Hutang, Warga Metro Gelapkan Kendaraan Bermotor
Pelaku DS Saat berada di Mapolsek Bumiratu Nuban, guna mempertanggung jawabkan perbuatanya. Dok Polsek Bumiratu Nuban


Gunung Sugih (Lampost.co)-- Pelaku penipuan dan penggepalan diamankan jajaran Polsek Bumiratu Nuban. Pelaku DS (42) warga Kota Metro ini, melancarkan aksinya dengan berpura-pura melakukan pembayaran hutang kepada Eko Wahyono, warga Kecamatan Bumiratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah.

Pelaku diamankan polisi pada Senin 2 Agustus 2022 di rumah orangtuanya yang berada di Kabupaten Lampung Timur. Pelaku merupakan rekan korban. Peristiwa ini bermula saat pelaku mendatangi rumah orang tua korban untuk membuat surat oerjanjian pembayaran hutang, dengan kedua orang tua korban, pada 25 Maret 2022 lalu.

"Pada saat pelaku akan pulang, dia meminjam sepada motor milik korban, dan berjanji akan mengembalikanya setelah tiga hari, karena pelaku sudah dianggap sebagai saudara oleh keluarga korban. Sehingga dipinjamkanlah kendaraan itu kepada korban," kata Kapolsek Bumiratu Nuban, IPTU Justin Afrian, Rabu 3 Agutus 2022.

Baca Juga : Seorang Bidan di Bandar Lampung Gelapkan Mobil Rental

Akan tetapi, setelah tiga hari kemudian motor korban tidak kunjung dikembalikan sementara pelaku tidak mengangkat telepon. Korban berusaha mencari ke rumahnya yang ada di Kota Metro, akan tetapi tidak  bertemu. Kondisinya rumah tersebut selalu kosong. Atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Bumi Ratu Nuban.

"Setelah kami menerima laporan korban dan melakukan penyelidikan, didapat informasi bahwa pelaku berada dikediaman orang tuanya di di salah satu Kabupaten Lampung Timur, selanjutnya kami lakukan penangkapan terhadap pelaku," terang Kapolsek.

Pelaku berhasil diamankan petugas berikut barang bukti satu unit sepeda motor. Pelaku dan barang bukti saat ini, berada di Mapolsek Bumiratu Nuban, atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 378 dan atau 372 KUHPidana tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar