#tajuklampungpost#Terminal-Rajabasa#Modernisasi-Terminal
Tajuk Lampung Post

Modernisasi Terminal Rajabasa

( kata)
Modernisasi Terminal Rajabasa
Suasana Terminal Rajabasa, Lampung, FOTO: Kisno Lampung Post


TERMINAL menjadi sarana vital transportasi. Sebab itu, kondisi terminal pun harus aman dan nyaman, jauh dari kesan angker dan suram. Begitu pun dengan Terminal Rajabasa, Bandar Lampung.

Sebagai terminal bus terbesar dan tersibuk se-Sumatera, Terminal Rajabasa sudah sepantasnya segera dimodernisasi. Jangan sampai fasilitas terminal bertipe A yang menghubungkan Bandar Lampung dengan kota-kota di Sumatera dan Jawa itu tak siap dengan kemajuan dunia transportasi di Lampung.

Apalagi saat ini Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terus mematangkan rencana revitalisasi Terminal Rajabasa dengan konsep yang modern dengan anggaran awal yang disiapkan sebesar Rp25 miliar. Hal ini harus menjadi tonggak awal membuat terminal tersibuk di Sumatera itu menjadi terminal layaknya sekelas bandara.

Karena hingga saat ini, meskipun aset Terminal Rajabasa sudah diserahkan ke Pemerintah Pusat sejak dua tahun silam, fasilitas yang ada di terminal belum banyak mengalami perubahan. Ada kesan pembangunan terminal dianaktirikan ketimbang pembangunan Bandar Udara Radin Inten II dan Pelabuhan Bakauheni yang kini sudah megah berdiri. Padahal di masa mendatang, fungsi terminal induk memegang peranan penting untuk transportasi publik dalam mengurangi kemacetan kendaraan dalam kota.

Pemerintah daerah harus terus mendorong dan mendesak Pemerintah Pusat segera membenahi fasilitas atau sarana dan prasarana terminal layaknya fasilitas bandara dan kemudahan akses penumpang untuk turun naik bus. Sebab, fasilitas yang baik akan memberikan efek kenyamanan kepada penumpang.

Indikator kenyamanan fasilitas bagi penumpang dapat dilihat dari animo masyarakat untuk memilih terminal sebagai akses turun dan naik bus. Sejauh ini, Terminal Rajabasa bukan menjadi terminal pilihan utama masyarakat. Buktinya, masih ada terminal bayangan seperti di bundaran Tugu Radin Inten Rajabasa yang masih menjadi lokasi favorit masyarakat untuk naik turun bus. Padahal jarak Terminal Rajabasa dengan Tugu Radin Inten tidaklah begitu jauh. Di situ dapat dilihat akses kemudahan angkutan menjadi pilihan utama penumpang.

Belajar dari itu, pemerintah harus jeli melihat untuk menciptakan hal yang sama di Terminal Rajabasa dalam hal kemudahan akses penumpang dan kemudahan layanan kendaraan. Pun harus didukung ketersediaan fasilitas yang lengkap, di antaranya ruang tunggu penumpang yang luas, zona kedatangan, zona keberangkatan, ruang istirahat sopir, ruang ibu menyusui, toilet, dan kantin dengan standar bandara.

Selain itu, fasilitas keamanan kamera pengintai atau CCTV dan kebersihan juga sangat penting. Kemudian pemasangan tambahan lampu atau penerangan akan membuat pengunjung terminal atau penumpang menjadi lebih nyaman saat malam hari. Keamanan tersebut dapat didukung dengan adanya pengerahan tim kepolisian atau Satpol PP untuk bertugas di Terminal Rajabasa.

Sudah sepantasnya modernisasi Terminal Rajabasa menjadi sekelas bandara dapat segera diwujudkan untuk menjadikannya terminal kebanggaan masyarakat Lampung. Hal itu sejalan dengan perkembangan prasarana transportasi lainnya sehingga bisa memudahkan pergerakan masyarakat dari semua lintas; darat, laut, dan udara.***

 

Bambang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar