#jalanrusak

Mobil Terperosok di Jalan Poros Simpang Palas-Bandanhurip Sudah Biasa

( kata)
Mobil Terperosok di Jalan Poros Simpang Palas-Bandanhurip Sudah Biasa
Sebuah Fuso bertonase besar dan truk muatan pakan ayam ketika terperosok di ruas Jalan Simpang Palas-simpang tepat Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Sabtu, 6 Juni 2020. Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co) -- Pagi itu, Sabtu, 6 Mei 2020, suasana di ruas jalan Simpang Palas-Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, tidak seperti biasanya. Sejak pukul 06.00 WIB, ruas jalan poros tepat di Desa Sukaraja itu tiba-tiba ramai dan padat dengan beberapa kendaraan, seperti sepeda motor dan mobil.

Betapa tidak, keramaian itu dipicu karena truk Fuso bertonase besar dari arah Simpang Palas terperosok di kubangan ruas jalan poros itu. Tidak jauh dari truk itu, beberapa masyarakat terjun langsung untuk mengatur arus lalu lintas dari arah Kecamatan Sragi-Kalianda dan sebaliknya.

Beberapa menit kemudian, sebuah truk Colt Diesel dari arah yang sama menyalip secara perlahan. Namun, nahas mobil muatan pakan ayam itu justru ikut terperosok di kubangan lainnya. Beruntung, kedua mobil itu tidak sampai terbalik.

Peristiwa mobil terperosok di kubangan ruas jalan poros itu merupakan hal yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat setempat. Bahkan, dalam satu pekan terakhir sudah tiga mobil yang terjebak di kubangan.

Menurut Jusman, warga Desa Sukaraja, sering terjadi truk Fuso bertonase besar amblas di ruas jalan tersebut karena kondisi jalan yang rusak berat. Apalagi saat musim panen raya, justru ramai kendaraan bertonase melintas.

"Sering terjadi Fuso terjebak di jalan rusak di desa kami. Sudah muatan banyak, mana jalan poros ini bertahun-tahun enggak pernah diperbaiki. Hanya saja, pada akhir 2019 lalu Pemerintah Desa Sukaraja bersama pemerintah kecamatan pernah melakukan penimbunan di setiap jalan yang rusak parah," kata dia.

Jusman bersama masyarakat setempat meminta ruas jalan tersebut agar dapat segera diperbaiki. Sebab, ruas jalan poros Kecamatan Palas sangat vital untuk mengeluarkan hasil bumi. "Kecamatan Palas dan Sragi merupakan penghasil pertanian yang cukup banyak. Sehingga, butuh dukungan infrastruktur jalan yang mulus," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi belum lama ini, Kepala UPTD Penguji Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Palas, Selamet, menyatakan ruas jalan simpang Palas-Bandanhurip baru diperbaiki sepanjang 8,5 km dari total keseluruhan sekitar 12 km. Namun, perbaikan dilakukan hanya bagian ruas rusak parah dan tambal sulam yang rusak ringan.

"Artinya, ada sekitar 3,5-4 km belum diperbaiki. Kemarin memang tidak semua ruas diperbaiki. Mungkin karena keterbatasan anggaran. Hingga kini belum tahu kapan dianggarkan kembali. Kalau mengacu Musrenbang 2020 sepertinya tidak ada rencana perbaikan jalan itu," kata dia.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar