#bommakassar#kahmi

MN KAHMI: Pemboman Tindakan di Luar Batas Ketuhanan

( kata)
MN KAHMI: Pemboman Tindakan di Luar Batas Ketuhanan
Pemboman gereja Katedral di Kota Makassar. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mengutuk keras pemboman gereja Katedral di Kota Makassar.  

MN KAHMI meminta pihak kepolisian segera mengungkap dalang dan motif di balik peristiwa pemboman tersebut demi menjaga ketenangan dan kenyamanan masyarakat.

Koordinator Presidium, Viva Yoga Mauladi, menjelaskan MN KAHMI mengimbau semua pihak, baik masyarakat, pemuka agama dan adat, serta organisasi kemasyarakatan untuk tetap menjaga kohesivitas, solidaritas, dan persatuan nasional dalam menjaga keutuhan negara.

Menurutnya, pemboman gereja Katedral di Makassar itu tindakan di luar batas ketuhanan dan kemanusiaan. Bom bunuh diri dengan mengatasnamakan demi perjuangan agama di Indonesia yang damai adalah pemikiran sesat dan bertentangan dengan ajaran agama.

“MN KAHMI menyesalkan peristiwa kekerasan di tengah suasana damai umat  Katolik yang sedang melaksanakan Kebaktian Minggu dan menyongsong misa Jumat Agung (Hari Raya Paskah) pada2 April  2021 nanti,” kata Viva, Senin, 29 Maret 2021.

Dia mengatakan peristiwa itu bukan hal pertama. Sebab, pada 2018 silam kejadian serupa terjadi di tiga gereja di Surabaya.  Modus terorisme tersebut sulit diterima akal sehat, karena rumah ibadah selalu menjadi sasaran kebencian dan area pencabutan nyawa manusia secara tidak bermartabat.  Sudah pasti terdapat sesuatu yang salah dalam perilaku hidup tersebut.

Modus kekerasan yang terus berulang ini menjadi malapetaka bagi kehidupan bangsa Indonesia yang plural, cinta damai, toleran, dan beradab yang harus segera diakhiri.

“Untuk itu, MN KAHMI mengapresiasi kinerja Polri yang sigap dan cepat melakukan normalisasi tempat kejadian perkara serta mengumumkan hasil investigasi awal beberapa jam setelah peristiwa,” kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar