#MK#SengketaPilpres#Pilpres2019

MK Bacakan Putusan Sengketa Pilpres Siang Ini

( kata)
MK Bacakan Putusan Sengketa Pilpres Siang Ini
Ilustrasi Mahkamah Konstitusi - ANT/Hafidz Mubarak.

JAKARTA ( Lampost.co) -- Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) bakal bacakan putusan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pemilihan presiden (Pilpres) 2019 hari ini, Kamis, 27 Juni 2019. Sidang diagendakan berlangsung pukul 12.30 WIB.

Sidang bakal langsung dipimpin oleh Ketua MK Anwar Usman didampingi delapan hakim anggota. Sebelum sidang putusan, majelis hakim sudah lebih dulu menggelar rapat permusyawaratan hakim (RPH) secara tertutup. RPH dimulai sejak Senin, 24 Juni 2019.

MK menggelar sidang sengketa pilpres sejak 14 Juni 2019. Sidang dimulai dengan pembacaaan permohonan oleh pemohon dalam hal ini kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

idang dilanjutkan dengan pembacaan jawaban dari termohon yakni Komisi Pemilihan Umum, pembacaan keterangan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan pihak terkait yakni kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pembacaan jawaban itu berlangsung pada Selasa, 18 Juni 2019.

Kemudian sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi baik dari pihak pemohon, termohon maupun pihak terkait. Bawaslu tak mengajukan saksi.

Sidang pembacaan putusan hari ini merupakan upaya hukum terakhir dari kubu paslon 02 untuk menggugat hasil pemilihan presiden. Setelah pembacaan putusan, KPU bisa menetapkan presiden-wakil presiden terpilih periode 2019-2024.

Sama Rata

Pakar Hukum Tata Negara, Bayu Dwi Anggono menilai Mahkamah Kosntitusi (MK) telah menangani sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) pilpres dengan adil. MK bahkan dianggap telah memperlakukan para pihak, termasuk pemohon sama rata.

"Pemohon (kubu Prabowo-Sandi) bahkan diperlakukan sangat terhormat oleh MK," kata Bayu dalam sebuah diskusi di DPP PA GMNI, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Juni 2019.

Bayu mengatakan hal tersebut dengan melihat sikap MK dalam persidangan. Dia mencontohkan sikap Mahkamah yang tetap mengizinkan kubu Prabowo membacakan pokok permohonan dalam berkas perbaikan yang diserahkan pada 10 Juni 2019, kendati Ketua MK Anwar Usman sudah meminta kubu Prabowo menyampaikan pokok permohonan pada berkas permohonan awal yang diserahkan pada 24 Mei 2019.

Selain itu, Bayu juga menyebut Mahkamah tak mempersoalkan penggantian dua dari 15 saksi yang diajukan kubu Prabowo, kendati 15 saksi tersebut telah diambul sumpahnya.

"Saksi didengarkan dengan waktu yang sangat cukup bahkan ada rekor nonstop 20 jam dari jam 9 pagi sampai 05.00 di kemudian hari," ujar Bayu.

Selain terkait pokok permohonan dan saksi, MK juga dinilai telah memberikan keleluasaan pada kubu Prabowo untuk melengkapi alat bukti. Kubu Prabowo dipersilakan melengkapi alat bukti untuk membuktikan dalil-dalilnya.

"Itu semua dilakukan untuk membuat pemohon merasa terpuaskan," ujar Bayu.

MK menjadwalkan pembacaan putusan pada Kamis, 27 Juni 2019 mulai pukul 12.30. MK juga telah melayangkan surat pemberitahuan jadwal sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019. Surat diberikan kepada peserta sidang.

Medcom.id



Berita Terkait



Komentar