#wwg#watwatgawoh

Miskin Ditolak

( kata)
Miskin Ditolak
Foto. Dok: AFP

DI banyak negara kaya, orang miskin selalu diperhatikan dan diperdulikan oleh pemerintahnya. Namun, pendatang miskin belum tentu disamakan perlakuan dengan warganya.

Ana kidah.... sapa juga sai khatong no tantu tetamu (Waduh... siapa juga yang datang itu pasti tamu).

Namun, pemerintahan Donald Trump di AS justru meluncurkan aturan baru yang menolak visa ratusan ribu orang karena dinilai terlalu miskin. Upaya terbaru presiden itu menempatkan kebijakan imigrasi yang keras di pusat kampanye pemilihan presiden ulang tahun 2020.

Seperti disinyalir Fox News, aturan baru akan menolak pelamar untuk visa sementara atau permanen. Alasannya mereka gagal memenuhi standar pendapatan, sehingga akan menerima bantuan seperti jaminan sosial.

Ai mekhabai khugi kik kheno, layau muneh ana. Wat-wat gawoh (Aduh takut rugi kalau begitu, kacaulah. Ada-ada saja).

Institut Kebijakan Migrasi, sebuah organisasi penelitian yang mengkhususkan diri dalam masalah imigrasi mengatakan perubahan itu dapat mengakibatkan lebih dari setengah dari semua pemohon kartu hijau berbasis keluarga ditolak. Sekitar 800 ribu kartu hijau dikeluarkan pada 2016.

Aturan terbaru, yang diperkenalkan oleh Stephen Miller, pimpinan administrasi Trump bidang kebijakan imigrasi, mengatakan bahwa imigran harus "mandiri".

Ken Cuccinelli, penjabat Direktur Badan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS, membantah bahwa perubahan itu menargetkan orang-orang asal Amerika Latin.

“Jika kita melakukan pembicaraan ini 100 tahun lalu, itu akan berlaku bagi lebih banyak orang Italia,” kata Cuccinelli.

Cuccinelli mengatakan kepada Fox News: "Prinsipnya meneguhkan nilai-nilai Amerika lama dan itu swasembada."

"Ini juga akan memiliki manfaat jangka panjang guna melindungi pembayar pajak dengan memastikan orang-orang yang berimigrasi ke negara ini tidak menjadi beban publik, bahwa mereka dapat mandiri, seperti yang dilakukan para imigran di tahun-tahun sebelumnya," serunya, dinukil dari Independent, Selasa, 13 Agustus 2019.

Dalam siaran pers, Gedung Putih mengklaim bahwa Trump memastikan non-warga negara tidak menyalahgunakan "manfaat publik negara kita".

"Demi melindungi manfaat bagi warga negara Amerika, imigran harus mandiri secara finansial," kata Trump.

"Warga asing akan dilarang memasuki Amerika Serikat jika mereka ditemukan menjadi beban publik," kata Gedung Putih.

"Warga asing di AS yang ditemukan kemungkinan menjadi beban publik juga akan dilarang menyesuaikan status imigrasi mereka," sambungnya.

Aturan baru itu muncul sepekan setelah presiden disoroti atas kontroversi mengenai kebijakannya terhadap, dan bahasa tentang, imigran ke AS, setelah penembakan massal di El Paso, di mana 22 orang kehilangan nyawa mereka dan lebih banyak lagi yang terluka.

Banyak politikus Partai Demokrat, dan penduduk kota Texas, mengklaim retorika rasis yang disuarakan presiden tentang imigran memicu semacam kefanatikan yang mengarah pada penembakan di toko Walmart. Aksi itu diduga dilakukan oleh seorang pria kulit putih berusia 21 tahun, yang konon kabarnya memajang manifesto rasis di dunia maya beberapa saat sebelum serangan terjadi.

Sejumlah politisi lokal, termasuk Beto O'Rourke dari Partai Demokrat, dan anggota kongres asal El Paso, Veronica Escobar, secara langsung mengaitkan perilaku presiden dengan kejadian itu dan mendesaknya agar tidak mengunjungi kota ini.

Medcom

Berita Terkait

Komentar