#humaniora#lampura#puskesmas

Misi Puskesmas Perlu Komitmen Lintas Sektoral

( kata)
Misi Puskesmas Perlu Komitmen Lintas Sektoral
Kepala Puskesmas Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, Sri Mustika, menyampaikan sambutan saat lokakarya mini UPTD puskesmas setempat di aula Kecamatan Kotabumi Utara, Kamis, 5 Desember 2019. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co) – Komitmen lintas sektoral sangat dibutuhkan dalam mendukung misi puskesmas untuk mewujudkan masyarakat sehat, mandiri, bermutu, merata, dan terpercaya. Sebab, masalah kesehatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak.

“Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bukan hanya tanggung jawab sepenuhnya rumah sakit, puskesmas maupun pusat layanan kesehatan. Namun, itu menjadi tanggung jawab bersama secara kolektif dari semua pihak,” kata Kepala Puskesmas Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, Sri Mustika, saat Lokakarya Mini Triwulan (lintas sektoral) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Madukoro di aula Kecamatan Kotabumi Utara, Kamis, 5 Desember 2019.

Tujuan dari kegiatan ini, yaitu penggalangan komitmen bersama lintas sektoral untuk capaian pembangunan wilayah dalam peningkatan indek kesehatan masyarakat. Untuk mewujudkannya dibutuhkan dukungan semua pihak, khususnya desa secara masif melalui program kerja yang berwawasan kesehatan secara berkelanjutan.

Dia mencontohkan dari delapan desa di wilayah administrasi Kecamatan Kotabumi Utara, yakni Desa Wonomerto, Sawojajar, Banjar Wangi, Kalicinta, Madukoro, Madukoro Baru, Margorejo, dan Talangjali yang masuk cakupan layanan kesehatan Puskesmas Madukoro. Pada 2019 baru dua desa, yakni Madukoro dan Sawojajar, yang telah masuk open defecation free (ODF) atau satu kepala keluarga (KK) satu jamban dalam satu desa.

"Melalui lokakarya mini ini, enam desa yang belum ODF telah berkomitmen bersama pada 2020 mendatang siap ODF. Upaya tersebut merupakan bagian dari pencegahan stunting yang dilakukan serta didukung segenap masyarakat," katanya.

Untuk inovasi, Puskesmas Madukoro akan memberikan reward bagi masyarakat yang menunjukkan adanya warga yang mengidap tuberkulosis (TBC) Rp50 ribu. Pemberian reward tersebut jangan dinilai besarnya materi, tapi ini adalah bagian dari upaya menggugah warga agar mau berbagi.

"Dari 8 desa di Kecamatan Kotabumi Utara telah terjaring 36 penderita TBC dan atas kesadaran serta gerakan bersama masyarakat telah ada dukungan agar mereka cepat sembuh dengan pemberian makanan tambahan dari donatur dan telur sebulan dua kilo per penderita dari salah satu perusahaan," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar