#pembangunan#beritalambar#desatertinggal

Minimnya Sarana Jalan Penghubung dan PAUD Menjadi Penyebab Desa Tertinggal

( kata)
Minimnya Sarana Jalan Penghubung dan PAUD Menjadi Penyebab Desa Tertinggal
Kabid Pembangunan pada Dinas PMPP Lambar Ruspel Gultom. Foto Dok

LIWA (Lampost.co) -- Hasil evaluasi berdasarkkan indeks kemajuan desa (IKD), 19 pekon yang masih tertinggal di Lampung Barat umumnya adalah karena masih minimnya sarana PAUD dan minimnya jalan penghubung sebagai sarana transportasi.

Dalam rangka meningkatkan IKD guna pengentasan terhadap 19 pekon yang masih berstatus tertinggal itu maka seluruh OPD Pemkab Lambar harus dapat berkolaborasi sehingga target Lambar bebas pekon tertinggal di 2020 menjadi terwujud.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Pembangunan pada Dinas PMPP Lambar Ruspel Gultom mendampingi Kadis Yudha Setiawan, Minggu 13 Oktober 2019, mengatakan guna mencapai target pengentasan 19 pekon tertinggal itu maka pihaknya berharap seluruh OPD terkait perlu berkolaborasi program.

Agustus lalu lanjut dia, pihaknya juga telah melakukan inventarisir dan monitoring di 19 pekon tertinggal itu. Tujuanya adalah untuk memastikan, seberapa jauh dan apa saja kegiatan untuk pengentasan ketertinggalan pekon yang dilakukan oleh OPD dan pekon, baik yang sudah dilaksanakan maupun belum.

Monitoring tersebut juga untuk memastikan, apakah program kegiatan dana desa di pekon tertinggal itu sudah mengakomodir penyebab ketertinggalan pekon atau belum.

Menurutnya, program pembangunan untuk mengentaskan pekon tertinggal itu telah terus dilaksanakan. Tahun ini terdapat beberapa kegiatan OPD yang sudah selesai dilaksanakan. Sebaliknya, masih ada kegiatan yang belum dilaksanakan karena masih menunggu jadwal pelaksanaanya. Begitu juga program pekonya.

Ia menambahkan, adapun kegiatan yang telah dilaksanakan OPD antara pembangunan jalan penghubung, pembangunan jambanisasi. Kemudian pembangunan irigasi dan lainya. Sebaliknya, kegiatan yang belum dilaksanakan antara lain pembuatan septik tank individu. 

Menurutnya, dalam rangka mencapai target meningkatkan IKD itu maka kebutuhan pekon tertinggal yang mendesak adalah pembangunan sarana jalan penghubung dan sarana PAUD.

Ia menjelaskan, ada dua pekon tertinggal yang disebabkan kondisi akses jalan penghubung utamanya masih minim yaitu Pekon Ujungrembung dan Pekon Pancurmas Kecamatan Lumbokseminung. Sementara pekon lainya ketertinggalan karena faktor umum salahsatunya belum memiliki PAUD.

Hasil evaluasi yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat berdasarkan IKD melalui Kementerian terkait, ke-19 pekon yang dinyatakan masih tertinggal itu adalah 
Pekon Bumijaya (Sukau), Pekon Sukamaju, Pekon Sukabanjar II Ujungrembun, Pekon Pancurmas,  Pekon Lombok Selatan  (Lombokseminung).

Kemudian Pekon Serungkuk, Pekon Pajaragung, Pekon Sukamakmur (Belalau). Pekon Kerang, Pekon Tebaliyokh (Batubrak). Kemudian Pekon Pagardewa, Pekon Sukamulya,  Pekon Batuapi (Pagardewa).

Pekon Atarbawang, Pekon Sumberrejo,  Pekon Atarkuwau (Batuketulis), Pekon Tigajaya (Sekincau), pekon Sidorejo (Suoh) dan Pekon Tembelang (Bandarnegeri Suoh).

Eliyah

Berita Terkait

Komentar