#tuberkulosis#penyakit

Minim Anggaran Kesehatan Sebabkan Tuberkulosis Marak

( kata)
Minim Anggaran Kesehatan Sebabkan Tuberkulosis Marak
dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co): Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, bakal mengundang semua pihak yang terlibat dalam komunitas peduli Tuberkulosis (TB) dan penyakit menular lainya untuk membahas persoalan yang terjadi dilapangan selama ini. Hal ini dikatakan Politikus PDPI Tulus Purnomo, Jumat, 20 September 2019.

" Semuanya harus dilibatkan tanpa terkecuali, apa kekurangan dari mereka yang bekerja di Lapangan, apa kata dinas soal penyakit menular, nanti kita musyawarahkan dan cari solusi terbaik dari kekurangan itu," kata Anggota Komisi V Provinsi Lampung ini.

Mengenai anggaran kata Tulus, semestinya 10% dari APBD Provinsi Lampung, namun hal itu tidak terpenuhi karena belakangan APBD mengalami depisit, " metinyakan Rp400 Miliar untuk kesehatan, tapikan tidak sampai itu karena ada depisit kemarin, kalau dikira-kirakan ya sekitar Rp200 Miliar tahun lalu," katanya.

Ditanya apa langkah Dewan menanggapi kurangnya anggaran itu, Tulus mengatakan, kedepan masyarakat yang terlibat dan peduli terhadap penyakit menular terutama mereka yang bekerja dilapangan harus dikumpulkan bersama Dinkes melakukan pembahasan.

Dewan lanjut Tulus, pasti perjuangkan nasip mereka yang bekerja dilapangan, semua harus menyampaikan pendapatan didalam porum yang digelar nantinya, tujuannya supaya Dinkes paham, karena mereka (masyarakat peduli penyakit menular) berperan penting menekan jumlah penyakit menular semakin berkurang saat ini.  

" Semakin hari kan semakin berkurang karena peran yang bekerja dilapangan ini bagus, nasip mereka juga perlu kita pikirkan, kita carikan solusi terutama anggaran bagi mereka ini," kata dia.

Adanya keluhan di daerah pelosok SDM dibidang kesehatan, tidak mengerti cara penanganan penyakit menular sehingga penyebarannya belum dapat ditangani sepenuhnya. Maka Tulus mengatakan ha tersebut haris menjadi perhatian khusus. Sehingga dapat dicarikan solusi dari semua pihak terutama Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

" Kalau bicara didaerah terpencil memang diakui disanakan tenaga kesehatan terutama dokter masih minim, langkah-langkah apa yang harus kita jalani perlu dibahas bersama. Jangan sampai penyebaran penyakit bertambah hanya karena suatu daerah terpencil kekurangan tenaga kesehatan, ini juga menjadi perhatian khusus dari kami," kata dia.

Febi Herumanika

Berita Terkait

Komentar