#humaniora#bpjskesehatan

Mimin Bertahun-tahun Berobat dengan JKN-KIS

( kata)
Mimin Bertahun-tahun Berobat dengan JKN-KIS
Mimin dan suaminya Suhaimi menunjukkan kartu Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari BPJS Kesehatan. Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) –- Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah hampir 6 tahun berjalan, banyak masyarakat yang telah merasakan manfaatnya. Program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan itu digunakan baik untuk pengobatan penyakit ringan maupun yang membutuhkan tindakan operasi bahkan rehabilitasi medis dengan biaya yang tidak sedikit.

Salah satu peserta yang merasakan manfaat dari Program JKN–KIS tersebut adalah Mimin (51), seorang ibu rumah tangga, dan suaminya Suhaimi (56), seorang petani warga Kampung Baru Sukajaya, Kabupaten Pesawaran. Mimin merupakan seorang penderita penyakit jantung koroner yang didiagnosis sudah sejak 10 tahun yang lalu.

Pada saat itu Mimin merasakan nyeri yang luar biasa di dada dan sesak napas. Ketika diperiksakan ke puskesmas, dokter memberikan rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Abdul Moeloek ternyata Mimin didiagnosis menderita penyakit jantung koroner. Dokter meminta Mimin dirawat dan diberikan obat-obatan yang sampai saat ini masih dikonsumsinya.

Dahulu Mimin pakai Jamkesmas yang sekarang sudah menjadi Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan JKN-KIS. Mimin adalah segmen penerima bantuan iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.

Kemarin, sakit jantung Mimin datang lagi, nyeri yang luar biasa di dada dan juga sesak napasnya. Suaminya segera membawanya ke rumah sakit.

“Tiba-tiba dada saya sakit sekali. Saya panggil suami dan diantarkan ke Rumah Sakit Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Begitu sampai di IGD saya langsung ditangani dokter dan sampai saat ini masih dirawat” cerita Mimin.

Dokter merencanakan akan merujuk ke RS Jantung Harapan Kita untuk pemasangan ring jantung, tapi Mimin dan keluarga belum berani, meskipun semua biaya operasi dan perawatan sudah dijamin JKN-KIS.

Selama berobat menggunakan JKN-KIS semua prosedur dijalankan Mimin dan keluarga, tidak pernah diminta biaya tambahan oleh petugas rumah sakit.

"Ikuti sesuai aturan, apa yang diminta surat-suratnya ya siapkan, biar bisa dapat pelayanannya. Kalau tidak ada Program JKN-KIS ini mungkin saya sudah berpasrah diri saja atas penyakit ini,” ujarnya.

“Harapan ke depannya semoga Program JKN-KIS terus ada untuk membantu orang-orang sakit dan tidak mampu seperti saya,” kata Mimin.

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar