#ganja#hukum#beritalampung

Miliki 19 Kg Ganja, Warga Sumut Divonis 17 Tahun Penjara

( kata)
Miliki 19 Kg Ganja, Warga Sumut Divonis 17 Tahun Penjara
Warga Sumut Divonis 17 Tahun Penjara atas kepemilikan 19 kg ganja. Lampost.co/Ahmad Amri

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sahrul Arif Pulungan (31) warga Bange Desa Bange, Sayur Matinggi,  Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara divonis 17 tahun penjara di pengadilan negeri (PN)  Tanjungkarang Kelas 1A, Bandar Lampung, Selasa, 26 November 2019.

Sidang dengan agenda vonis tersebut dipimpin langsung oleh ketua hakim Hasmy,  Jaksa Yanti Agustini dan  terdakwa Sahrul Arif Pulungan. Terdakwa terlihat tertunduk mendengar ketua majelis hakim membacakan amar putusannya.

 Dalam amar putusanya, ketua majelis hakim Hasmy mengatakan terdakwa terbukti bersalah dan melanggar diancam pidana sebagaimana diatur dalam 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 ta hun 2009 tentang Narkotika.

"Terhadap terdakwa divonis dengan hukuman tujuh belas tahun penjara (17) dan denda satu miliar rupiah  subsider 6 bulan penjara, "kata Hasmy dalam amar putusannya di Pengadilan Negeri, (PN) Tanjungka rang Kelas 1A, Bandar Lampung,  Selasa,  26 November 2019.

Ketua majelis hakim menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa, diantaranya perbuatan terdakwa  dapat merusak generasi bangsa. Selain itu,  terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam memberantas peredaran atau penyalahgunaan narkoba.

Sementara hal yang meringankan terdakwa diantaranya sopan dalam persidangan, mempunyai tanggungan anak-istri yang harus dinafkahinya. Vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa  lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Yanti Agustini yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama seumur hidup.

Sebelumnya,  dalam dakwaa jaksa mengatakan, terdakwa ditangkap polisi pada Desember  2018. Saat itu, terdakwa dihubungi DPO bernama Rifai Batubara yang memerintahnya untuk mengambil narkotika jenis ganja dari seorang temannya di pinggir jalan di Kota Nopan, Kabupaten Mandaling Natal, Provinsi Sumatera Utara.  Terdakwa menerima sebanyak 18 kilo gram narkotika jenis ganja.

Kemudian, terdakwa  diperintahkan untuk menyerahkan narkotika itu ke Bagus Ramadhan (berkas terpisah, red) yang berada di Lampung lalu berkomunikasi terdakwa Bagus dan sepakat bertemu di pinggir jalan Raya Natar, kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dan terdakwa memberikan narkotika jenis ganja sebanyak 18 kilogram itu.

Kemudian pada Sabtu, 11 April 2019 terdakwa kembali diperintah DPO Rifai untuk kembali mengambil ganja seberat 19 kilogram di dalam sebuah kebun daerah Kota Penyabungan,  Kabupaten Mandaling Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Pada Sabtu, 11 Mei 2019, terdakwa melakukan transaksi narkoba dengan terdakwa Bagus Ramadhan dan saat itu terdakwa ditangkap polisi ditresnarkoba Polda Lampung di pintu keluar Tol Natar Kabupaten Lampung Selatan.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar