#terorisme#radikalisme

Milenial Rentan Terpapar Radikalisme

( kata)
Milenial Rentan Terpapar Radikalisme
Terorisme. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Kelompok milenial rentan terpapar radikalisme. Sebab, psikis pemuda yang dinilai masih labil.

"Ingin menunjukkan kehebatan dan lain sebagainya," kata mantan narapidana terorisme, Haris Amir Falah, saat diskusi virtual, Sabtu, 3 April 2021.

Kondisi tersebut dimanfaatkan kelompok teroris. Mereka memberikan doktrin untuk mempengaruhi kelompok milenial. "Bertemu dengan doktrin di mana bisa menyalurkan yang menjadi keinginannya (kelompok milenial)," kata dia.

Hal itu dirasakan Haris. Dia tertarik paham menyimpang tersebut saat masih remaja. "Saya dulu direkrut waktu SMA, karena saya masih mencari jati diri," kata dia.

Pembina Hubbul Wathon Indonesia 19 itu pun meminta agar berbagai upaya terus dilakukan untuk menyelamatkan generasi milenial dari paham radikal. Dia menegaskan perlawanan terhadap paham menyimpang itu tidak melanggar agama.

"Melawan radikalisme itu bukan melawan agama. Kita harus punya kesepakatan untuk memberantas ini," ujar dia.

Sebelumnya, dua teror yang terjadi di Indonesia melibatkan kelompok milenial. Seperti bom bunuh diri di Makassar yang dilakukan L, pria berusia 26 tahun.

Keterlibatan kelompok milenial juga terjadi pada penyerangan di Markas Besar (Mabes) Polri. Pelaku ZA, wanita berumur 25 tahun.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar