#milenial#kementan#pertanian

Milenial Perlu Digandeng Atasi Masalah Pertanian

( kata)
Milenial Perlu Digandeng Atasi Masalah Pertanian
dok Lampost.co

Jakarta (Lampost.co) -- Pakar Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ibnu Hamad mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) perlu membuka ruang diskusi yang lebih luas untuk mengatasi masalah pertanian. Dalam hal ini masukan dari milenial menjadi sangat penting.
 
"Pemerintah ingin selalu bicara dengan rakyat, partisipasi publik harus diwujudkan agar mereka bisa mempromosikan sektor pertanian. Karena sekarang ini eranya generasi milenial yang hidupnya ada pada layar (smartphone), mereka harus digandeng," ujar Ibnu dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Kementan bersama Media Indonesia di Gedung Media Group, belum lama ini.
 
Menurut Ibnu, generasi milenial seringkali berpatokan pada influencer sehingga Kementan diharapkan bisa melakukan kegiatan kehumasan dengan gaya yang berbeda. "Jadi humas Kementan harus menciptakan tokoh petani milenial," tuturnya.

Ibnu bilang partisipasi milenial bisa memberikan dampak yang besar, utamanya untuk mewujudkan Indonesia Emas pada 2045, yang mana milenial menjadi pelaku utama pendorong perekonomian Indonesia.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat, meski menggandeng influencer milenial, Kementan tetap harus berada di garda depan dalam memberikan data-data yang valid.
 
Jika diperhatikan, lanjut Tauhid, Kementan memiliki isu berulang yang harus ditanggapi langsung oleh Kementan.
 
"Misalnya setiap bulan pasti keluar data inflasi, tiap triwulan keluar data PDB dan pertanian selalu di bawah PDB ekonomi. Ini harus diberi penjelasan langsung kenapa bisa begini oleh Kementan langsung," tandasnya.
 
Sementara itu Anggota Komisi IV Andi Akmal menilai kementan harus meninjau kembali apa yang ingin dipublikasikan. Contohnya, program seratus hari yang dicanangkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
 
"Perlu hat-hati menyampaikan ke publik, kalau itu tidak terlaksana nanti publik akan kecewa, karena itu sudah dipublikasikan, jadi nanti wajar kalau ditagih. 11 program jangka menengah, itu berat, maka peran humas ini harus bisa menjelaskan secara jelas kepada publik," kata dia.
 
Kepala Biro Humas Kementan Kuntoro Boga Andri menyampaikan pihaknya terus mengevaluasi dan terus menerima masukan dari berbagai pihak. Dia juga mengatakan telah memberikan usulan dibentuknya posisi Kasubbag Sosial Media. Hal itu guna menyasar milenial yang memang erat dengan dunia maya itu.
 
"Saya sudah mengusulkan, hanya saja baru usul untuk membentuk Kasubbag Sosmed di Biro saya. Supaya milenial, generasi muda ini semakin tertarik pada sektor pertanian, bukan Kementan, tetapi pertanian Indonesia," tamdas Kuntoro.

Medcom



Berita Terkait



Komentar