#milenial#asetnegara

Milenial Kelola Aset Negara

( kata)
Milenial Kelola Aset Negara
Direktur Jenderal Kekayaan Negara memberikan kuliah umum di UIN Raden Intan, Rabu, 16 Oktober 2019. Effran

Bandar Lampung (Lampost.co): Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) meminta kalangan milenial ikut berkontribusi dalam mengelola aset negara. Hal itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang milik negara itu dengan berbagai kegiatan positif dan menjaganya khususnya di lingkungan pendidikan.

Direktur JKN, Isa Rachmatawarta menjelaskan negara memiliki banyak belanja untuk membangun sarana prasarana pendidikan termasuk di Lampung. Hal itu ditujukan agar dapat menunjang kegiatan belajar mengajar dan mencerdaskan anak bangsa. Namun, belanja yang sudah dikeluarkan itu sepatutnya dapat dijaga dengan baik.

"Kalau aset negara disia-siakan, tidak digunakan dengan baik, bahkan dirusak tentu akan kecewa. Apalagi, anggaran belanja hasil berbagai penerimaan negara, salah satunya pajak yang didapat dari masyarakat malah di rusak," kata Isa usai Kuliah Umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Rabu (16/10/2019).

Dia mengakui, pengelolaan aset negara memang menjadi tanggung jawab lembaga yang dipimpinnya. Namun, mahasiswa dan dosen bisa ikut berkontribusi untuk mengelolanya dengan memelihara dan mengisi kegiatan positif di atas aset negara tersebut. "Contohnya kegiatan belajar mengajar, ekstrakurikuler, diskusi, riset, dan hal positif lainnya," ujarnya.

Dalam DJKN Goes to Campus itu, dia juga mengajak mahasiswa untuk menyebarluaskan kemanfaatan lelang sebagai transaksi jual beli yang efektif di masyarakat. Terlebih, prosesnya saat ini yang dipermudah dengan sistem daring melalui laman lelang.co.id. Penyetoran uang jaminan pun cukup melalui ATM dan jika tidak terpilih sebagai pembeli dikembalikan secara otomatis.

"Tapi, sekarang ini kami mencoba untuk benahi kasus setelah membeli barang lelang. Sehingga, tidak ada lagi orang yang membeli lelang kecewa karena tidak bisa mendapatkan barangnya atau sertifikatnya. Memang diakui banyak yang harus dibereskan," ujar dia dihadapan ribuan mahasiswa baru Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan. 
 
Rektor UIN Raden Intan, Prof. M. Mukri mengatakan setiap jengkal tanah di kampus yang menjadi aset negara itu dipastikannya selalu dimanfaatkan untuk mencerdaskan masyarakat. Sebab, pusat perkuliahan itu selalu memiliki banyak kegiatan. Artinya, kampus yang luas itu tidak hanya dimanfaatkan untuk kuliah semata. 

"Walaupun Sabtu Minggu saja tetap ramai, seperti olahraga dan GSG-nya yang selalu dimanfaatan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Sebab, besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk bidang pendidikan itu harus dimanfaatkan untuk melahirkan SDM berkualitas dan siap menghadapi tantangan jaman," kata dia.

Kakanwil DJKN Lampung Bengkulu, Ekka S. Sukadana mengatakan kegiatan bertajuk Kelola Aset Negara Menuju Sumber Daya Manusia Unggul ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan pengelolaan kekayaan negara dan lelang dikalangan milenial.

"Kami ingin dengan kegiatan rutin tahunan ini bisa meningkatkan pengetahuan tata kelola aset negara di kalangan mahasiswa, baik secara tertib administrasi, tertib fisik, dan tertib hukum. Selain itu, dikesempatan ini kami juga menjalin menyepakati kerja sama penelitian dan pengembangan tentang pengelolaan kekayaan negara bersama FEBI UIN," katanya.

Effran Kurniawan

Berita Terkait

Komentar