#startup#ekbis#umkm#bisnis#pengusaha

Milenial Didorong Rintis Startup

( kata)
Milenial Didorong Rintis <i>Startup</i>
Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkary dalam memberikan materi pada pojok literasi kepada milenial di Cafe Two Wan, Jumat, 30 Agustus 2019. Lampost.co/Effran Kurniawan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Indonesia saat ini menjadi negara ke-4 terbesar dengan pertumbuhan internet tertinggi di dunia yang sebagian besar digunakkan bagi generasi milenial. Potensi tersebut sepatutnya bisa mendorong anak muda untuk membangun usaha rintisan (star up) agar dapat hidup mandiri dari sisi keuangan.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkary menjelaskan Indonesia berpotensi besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia. Bermodal penduduk dan penetrasi pengguna internet yang mencapai 171,17 juta mendorong untuk menjadi pasar bagi transaksi online.

"Banyak pengusaha menawarkan produk melalui media sosial atau internet melalui aplikasi seperti Bukalapak dan Lazada, serta lainnya. Sarana itu seharusnya bisa dioptimalkan untuk merintis usaha," kata Septriana dalam Pojok Literasi bertajuk Merencanakan Keuangan Millenials di Cafe & Gallery Two Wan, Jumat, 30 Agustus 2019.

Terlebih, pemerintah telah menyusun Peta Jalan E-Commerce Nasional. Implementasi program tersebut diproyeksikan bisa meraup nilai transaksi e-commerce sebesar 130 miliar dola Amerika Serikat pada 2020. Target tersebut diyakini bisa terwujud dengan memaksimalkan potensi yang ada, seperti dari sektro Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, era digital merupakan jaman yang seharusnya bisa dimanfaatkan milenial untuk memulai usaha rintisan agar bisa mandiri secara keuangan. Sebab, anak muda saat ini sangat akrab dengan perkembangan teknologi. Dengan potensinya milenial bisa memproduksi berbagai produk, seperti bisa menjual tapis, sulam usus, atau kulinernya khas Lampung. "Jangan hanya meminta uang kepada orang tua, tetapi mulai bersinergi membangun usaha rintisan sendiri. Dengan begitu, bisa memberian dampak ekonomi. Walaupun kita tidak bisa memproduksi barang, tetapi sekarang bisa tetap menjual produk melalui market place," ujarnya.

Senada, Deputi Direktur Pengawasan LJK, Kantor OJK Lampung, Aprianus John Risnad mengatakan kegiatan tersebut sebagai bagian langkah untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan anak muda terhadap produk industri keuangan. Sehingga, dalam menggunakan produk industri jasa keuangan dapat mengelola keuangan dengan bijak

"Kami mendorong agar anak muda tidak terlalu konsumtif, tetapi bisa mengelola keuangan dengan berinvestasi atau merintis usaha. Namun, untuk itu anak muda juga harus paham untuk menempatkan dananya dalam menggunakan produk di industri jasa keuangan dengan tepat," katanya.

Effran Kurniawan



Berita Terkait



Komentar