#nft

Milenial dan Muralis Lampung Kolaborasi Garap NFT

( kata)
Milenial dan Muralis Lampung Kolaborasi Garap NFT
Workshop Web3 yang diisi dengan diskusi panel dan presentasi projek NFT lokal di Unsilent Lampung, Rabu, 20 April 2022. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Milenial dan seniman di Lampung berkolaborasi untuk menciptakan aset digital yang sedang booming, yakni non-fungible token (NFT).

Founder Edukasi 4.0, Rejive Dewangga, mengatakan Lampung kaya seni dan waktunya milenial membantu pelaku seni dengan dunia digital ke NFT.

"Untuk merealisasikannya, Edukasi 4.0, Indonesia Creative Cities Network (ICCN), dan Majalabs berkolaborasi mengadakan Workshop Web3 yang diisi dengan diskusi panel dan presentasi projek NFT lokal," kata Dewangga, di Unsilent Lampung, Rabu, 20 April 2022.

Founder Majalabs dan Ketua Task Force WEB3 ICCN, Andrian Zakary, menjelaskan kebangkitan NFT diawali Ghozali dengan foto timelapse.

"Ghozali hadir untuk mempercepat orang tahu tentang NFT. Kalau gak ada Ghozali mungkin hari ini orang se-Indonesia gak ada yang tahu tentang NFT," kata dia.

Untuk itu semua pihak khususnya para seniman bisa ambil bagian dalam keberlangsungan ekosistem NFT.

"Dengan adanya teknologi hari ini yang disebut sebagai Web3, ini bisa membantu bisa berkolaborasi juga dengan teman-teman seniman dengan digital artist. Sebab, tidak semua digital artist masuk ke dunia NFT," kata dia.

Dengan adanya Web3 itu bisa memberi kesempatan bagi Lampung. ICCN task 4.0 yang pertama kali di Lampung melihat bahwa ada kriya, ada pelukis, dan lainnya.

“Konsep dari Web 1 dan Web 2 adalah centralized dimana servernya di satu titik. Sekarang ada Web 3 yang mengusung konsep decentralized yaitu servernya gak ada di satu titik," kata dia. 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar