giselvideoviral

Michael Minta Maaf Usai Diperiksa Soal Video Porno dengan Gisel

( kata)
Michael Minta Maaf Usai Diperiksa Soal Video Porno dengan Gisel
Michael Yukinobu Defretes (MYD) alias Nobu (Foto: instagram)


Jakarta (Lampost.co) -- Michael Yukinobu Defretes (MYD) alias Nobu akhirnya selesai menjalani pemeriksaan terkait kasus video porno yang melibatkan dirinya dan arti Gisel. Setelah diperiksa selama hampir 12 jam, Michael bicara di depan media untuk pertama kalinya.

Dalam kesempatan itu, Michael mengaku menyesali perbuatannya terlibat skanda video porno. Dia meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi dalam pemberitaan mengenai dirinya.

Baca juga: Terungkap, Michael Datang dari Jepang Atas Undangan Gisel
 
"Untuk hal yang terjadi selama ini, saya benar-benar menyesal. Saya benar-benar minta maaf ke seluruh masyarakat Indonesia. Kepada keluarga saya, kepada pihak-pihak yang terkait. Saya minta maaf untuk itu semua," kata Michael di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021.

Michael langsung meninggalkan Polda Metro Jaya yang berarti dia tidak ditahan meski statusnya sekarang tersangka. Pria yang pernah tinggal Jepang itu mengaku akan kooperatif jika polisi hendak menggali keterangan darinya.

"Hari ini saya memenuhi panggilan. Sebagai warga negara saya taat akan hukum dan saya akan kooperatif," ucap Michael.

Michael datang ke Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.30 WIB pagi. Gisel yang menerima panggilan sama tidak dapat hadir karena menjemput anaknya, Gempi. Gisel meminta jadwal baru pemeriksaannya pada Jumat, 8 Januari 2021.

Gisel dan Michael ditetapkan sebagai tersangka setelah terlibat skandal video porno. Keduanya merekam aktivitas seksual mereka di sebuah hotel di Medan pada 2017. Tiga tahun berselang, video berdurasi 19 detik itu bocor sehingga beredar di media sosial.

Mereka akan dijerat Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 dan atau Pasal 8 Undang-undang Nomor 44 tentang Pornografi dan Pasal 27 UU ITE dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Selain Gisel dan Michael, polisi terlebih dulu menangkap dua orang tersangka yang menyebarkan video porno tersebut di media sosial.

Winarko







Berita Terkait



Komentar