#reklamasi#telukbenoa#beritalampung

MHDI Lampung Dukung Gubernur Bali Hentikan Reklamasi Teluk Benoa

( kata)
MHDI Lampung Dukung Gubernur Bali Hentikan Reklamasi Teluk Benoa
Ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Lampung, Agung. Foto: Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Lampung mendukung langkah gubernur Bali yang menginginkan penghentian proyek reklamasi di Teluk Benoa.

Ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PD KMHDI) Lampung, Agung mengatakan langkah yang dilakukan oleh gubernur Bali merupakan hal yang di tunggu-tunggu oleh warga Bali. “Saya sangat mengapresiasi dan mendukung langkah yang diambil oleh gubernur Bali untuk segera menghentikan reklamasi di Teluk Benoa. Karena sejak awal kami menolak adanya reklamasi tersebut yang tentunya akan berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat di Bali," kata Agung, dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Agustus 2019.

Ia harap pemerintah dapat mendukung langkah yang diambil oleh gubernur Bali dan segera menghentikan proyek reklamasi Teluk Benoa. Ia menilai, dengan dihentikannya reklamasi tentunya akan melindungi kawasan konservasi hutan mangrove, sehingga kelestarian alam akan terjaga. "Seperti yang kita ketahui hutan mangrove memiliki banyak manfaat bagi lingkungan di daerah pantai, fungsi utama hutan mangrove adalah mencegah erosi dan intrusi air laut ke daratan," ujarnya.

Agung harap, jangan sampai langkah yang di ambil ini hanya untuk kepentingan politik saja, melainkan untuk kepentingan umum dan untuk melestarikan lingkungan mangrove di Bali. “Tentunya kami juga akan mengawal langkah ini, jangan sampai langkah ini digunakan untuk kepentingan politik. Karena masyarakat saat ini membutuhkan langkah nyata dari pemerintah untuk segera menghentikan proyek Reklamasi Teluk Benoa," kata Agung.

Seeblumnya Gubernur Bali Wayan Koster menggelar konferensi pers usai melayangkan surat resmi kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III untuk menghentikan proyek reklamasi teluk Benoa seluas 85 hektar. Langkah tersebut dilakukan karena dalam proses reklamasi di teluk benoa terdapat banyak sekali pelanggaran yang dilakukan salah satunya adalah rusaknya 17 hektar kawasan konservasi hutan mangrove yang dinilai tidak sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Dian Wahyu Kusuma/Rilis







Berita Terkait



Komentar