#HUTMetroTV#Jurnalisme

Metro TV Songsong Digitalisasi Melalui Konvergensi

( kata)
Metro TV Songsong Digitalisasi Melalui Konvergensi
Ilustrasi televisi. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Direktur Metro TV, Don Bosco Selamun, menilai digitalisasi sebagai tantangan sekaligus peluang. Namun, dia tetap yakin masyarakat tak akan meninggalkan televisi di tengah maraknya media sosial.

“Ada tantangan (digitalisasi) betul. Tapi juga ada peluang kerja sama konvergensi satu sama lain,” kata Don Bosco Selamun, Rabu, 18 November 2020.

Don Bosco mafhum ada anggapan era TV hampir berakhir karena masyarakat beralih ke media sosial. Namun, bukan berarti publik bakal meninggalkan siaran TV sepenuhnya.

“(Nasib) TV tidak akan mati. Yang berubah adalah cara orang menonton dan berubah device-nya,” ujar dia.

Don Bosco mengatakan masyarakat dulu hanya menonton televisi dari rumah. Namun digitalisasi membuat tontonan televisi bisa disaksikan di manapun dan kapanpun melalui gawai.

Kehadiran TV, kata Don Bosco, justru kian diperlukan di tengah banjir informasi di media sosial. Banyaknya informasi yang tidak tersaring dan tersebar cepat berpotensi menghasilkan hoaks.

“Pada akhirnya orang akan kembali lagi ke media mainstream seperti TV untuk mengecek kebenaran informasi,” tutur pria yang sempat menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Metro TV itu.

“(Nasib) TV tidak akan mati. Yang berubah adalah cara orang menonton dan berubah device-nya,” ujar dia.

Don Bosco mengatakan masyarakat dulu hanya menonton televisi dari rumah. Namun digitalisasi membuat tontonan televisi bisa disaksikan di manapun dan kapanpun melalui gawai.

Kehadiran TV, kata Don Bosco, justru kian diperlukan di tengah banjir informasi di media sosial. Banyaknya informasi yang tidak tersaring dan tersebar cepat berpotensi menghasilkan hoaks.

“Pada akhirnya orang akan kembali lagi ke media mainstream seperti TV untuk mengecek kebenaran informasi,” tutur pria yang sempat menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Metro TV itu.

Don Bosco mengungkapkan jurus Metro TV menghadapi digitalisasi ialah konvergensi. Media Group News termasuk Metro TV sudah menjalankan konvergensi sejak 2019.

Konvergensi, kata Don Bosco, memungkinkan seorang reporter atau juru kamera memiliki banyak keahlian. Satu reporter dituntut menguasai membuat berita untuk televisi, cetak, dan online.

“Semua orang harus multi skill dan multitasking tidak hanya reporter tapi juga produser dan redaktur,” papar dia.

Salah satu bukti konvergensi Media Group News ialah koordinator liputan (korlip) Metro TV, Medcom.id, dan Media Indonesia telah membaur. Seluruh hasil liputan masuk dalam satu keranjang berita yang sama sehingga bisa didistribusikan di platform masing-masing.

“Jadi kerjanya bisa lebih efisien. Konvergensi sudah setahun jalan ada kemajuan-kemajuan yang kita buat,” tutur Don Bosco.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar