#kementan

Metro Terima 20 Ekor Sapi dari Kementan

( kata)
Metro Terima 20 Ekor Sapi dari Kementan
Tampak Kepala DKP3 Kota Metro, Hery Wiratno serta drh. Vita Maharjanti hendak melakukan pengecekan di kelompok ternak Tunas Lumbu Karya di Yosodadi, Metro Timur. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menerima bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) Progam Seribu Desa Sapi berupa 20 ekor sapi calon indukan jenis Sapi Peranakan Ongole (PO).

Kepala DKP3 Kota Metro, Hery Wiratno, mengatakan, saat ini satu kelompok ternak telah menerima progam dari Kementan. Sebelumnya, pihaknya mengajukan tiga kelompok, namun yang dianggap layak menerima bantuan sapi tersebut hanya satu kelompok saja.

"Karena mulai dari lokasi dan kondisi kandang sudah dianggap memenuhi syarat," kata dia, Senin, 11 Januari 2021.

Hery menjelaskan, Kota Metro sejatinya sudah memumpuni untuk dijadikan lumbung ternak, termasuk sapi. Di sekitar wilayah pinggiran Metro masih cukup untuk ketersediaan pangan untuk memelihara sapi.

"Akan tetapi, karena memang jumlahnya yang dibatasi dan harus dibagi ke seluruh daerah Lampung maka kami cukup akan memaksimalkan bantuan yang didapat," kata dia. 

Ketua Kelompok Tunas Lumbu Karya, Yosodadi, Metro Timur,  L. Suherman menceritakan keberhasilannya lolos sebagai penerima bantuan. Ia mengatakan, secara administrasi kelompoknya sudah lolos verifikasi. Penerimaan bantuan ini disyaratkan kelompok atau non-perorangan yang dinilai sudah memiliki pengalaman dan profesional dalam pengembangan usaha ternak sapi. 

"Kami menerima jenis sapi PO dengan usia rata-rata 17 sampai 24 bulan. Sapi ini nantinya akan dijadikan sebagai indukan atau memang dikhususkan untuk dibudidayakan," kata dia.

Dia menambahkan, untuk perawatan baik makan dan pengobatannya, sapi jenis PO tidaklah susah. Biasanya hanya menggunakan makanan dari fermentasi rumput penghijauan, kulit singkong, onggok, dan juga vitamin. Pengecekan kesehatan juga cukup dilakukan dalam tiga bulan sekali secara rutin. 

"Untuk pakan dan perawatannya mudah. Dari Puskeswan (Pusat kesehatan hewan) juga sudah menjadwalkan tiga bulan sekali untuk pemeriksaan rutin," tambah dia.

Ditempat yang sama, drh. Vita Maharjanti mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pengobatan secara massal yang dilakukan dalam setahun sekali.

"Kalau tiga bulan sekali itu pemeriksaan rutin, mulai dari pengecekan kesehatan, kehamilan, dan kondisi sapi itu sendiri. Karena memang sapi yang kita terima ini sudah siap untuk produksi atau siap kawin. Jadi harus rutin dalam pengecekan," kata dia.

Diketahui, dalam penerimaan bantuan sapi ini Kota Metro mendapatkan target 15 ekor penambahan dalam satu tahunnya. Angka itu berdasarkan tingkat keberhasilan dalam budidaya sapi yang mencapai 75%. Proses reproduksi akan menggunakan sistem Inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar