vaksin

Metro Terima 2.286 Vaksin Covid-19

( kata)
Metro Terima 2.286 Vaksin Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti (tengah) saat ditemui awak media di gudang penyimpanan medis Kota Metro. (Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan setempat telah menerima 2.286 dosis vaksin jenis Sinovac. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andriyanti mengatakan, Kota Metro menerima vaksin Covid-19 jenis Sinovac yang saat ini sudah disimpan di gudang penyimpanan medis.

"Hari ini kita mendapatkan dropping vaksin Covid-19 sebanyak 2.286 dosis, sudah kita terima dan saat ini kita simpan di gudang. Untuk penggunaannya nanti masih menunggu instruksi dari Dinkes Provinsi," kata dia, Selasa, 12 Januari 2021. 

Dia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan 20 tempat untuk vaksinasi yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sementara ada dua rumah sakit cadangan yang dipersiapkan untuk tempat vaksinasi juga.

"Tempat untuk vaksinasi sudah kita siapkan, ada 11 Puskesmas, enam rumah sakit dan tiga klinik. Untuk jumlahnya ada 20 tempat itu sudah kita siapkan. Kemudian ada dua rumah sakit cadangan lagi yang tidak bekerjasama dengan BPJS namun siap untuk menjadi tempat vaksinasi yaitu Rumah Sakit Asih dan Rumah Sakit Azizah," tambah dia. 

Dia menjelaskan, secara teknis pihaknya telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terkait bagaimana dan pemberian vaksinasi tersebut. 

"Secara aplikasi kita sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, nanti dikasih petunjuk tentang aplikasi tiket untuk pendataan mereka yang ingin divaksin. Kita juga sedang menunggu pelatihan dari petugas vaksinator yang dilakukan secara daring pada 14 Januari," ujar dia. 

Pada kesempatan yang sama, Penjabat Sekda Kota Metro, Misnan mengatakan, pada pemberian vaksinasi Covid-19 ini memprioritaskan kepada tenaga kesehatan. 

"Untuk vaksin ini kita prioritaskan ke tenaga medis, kemudian pejabat publik seperti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro, tokoh agama, dan tokoh masyarakat," kata dia. 

Dia menjelaskan, pemberian vaksin terhadap pejabat publik termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat hanya 10 dosis, sisanya tenaga medis atau tenaga kesehatan. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar