Metrorumahdokter

Metro Produksi Dokumenter Sejarah Rumah Dokter

( kata)
Metro Produksi Dokumenter Sejarah Rumah Dokter
Dokumenter rumah dokter. Dok


Bandar Lampung (lampost.co) -- Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Metro bersama berbagai komunitas bergotong-royong memproduksi dokumenter sejarah terkait dengan keberadaan rumah dokter di Kota Metro.

Seprita, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro menjelaskan dokumenter ini dibuat tanpa menggunakan dana APBD.

"Dari mulai peralatan, pengerjaan, hingga editing dikerjakan bersama-sama komunitas videografer, editor, alih bahasa, hingga mempromosikannya semua warga bekerja sama-sama," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu, 10 Januari 2021.

Seprita menambahkan di dalamya terlibat juga youtuber ternama Ibaf Fabi yang memberikan masukan dan saran dalam proses pengerjaanya dan peralatan dibantu Mahel Photograpy.

Teaser film ini sendiri mulai muncul di akun-akun komunitas Pegiat sejarah dan media sosial sejak Sabtu (9/1/2021). Dokumenter ini rencananya dirilis pada 12 Januari 2021 mendatang via youtube.

Sejarawan UM Metro, Kian Amboro mengatakan keberadaan Rumah Dokter menyimpan kenangan perjalanan sejarah Kota Metro.

"Dokter swoning dibangun pada 1939 di era kolonisasi Belanda dan masih berdiri hingga saat ini," jelas sejarawan yang tengah menempuh studi Doktoral di Universitas Negeri Solo tersebut.

Arkeolog museum Lampung, I Made Giri Gunadi mengatakan rumah dokter memenuhi kriteria sebagai cagar budaya dan terdaftar di BPCB Banteng pada 2015.

"Selain usianya yang melampaui lebih dari 50 tahun, gaya arsitekturnya hingga sejarah yang terkandung didalamnya," ungkapnya.

Anggota DPRD Metro, Ancilla Hernani berharap keberadaan rumah dokter ini selain sebagai cagar budaya juga bisa menjadi museum. "Metro memiliki Perda Pendirian Museum. Bila Metro menyatakan diri sebagai kota pendidikan harapannya keberadaan rumah dokter ini bisa menjadi perhatian bersama," pungkasnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar