kekerasanmetro

Metro Bebas Kekerasan Anak Dua Tahun Terakhir

( kata)
Metro Bebas Kekerasan Anak Dua Tahun Terakhir
Kepala DP3APPKB Kota Metro, Prayetno (kanan) di dampingi Kabid Perlindungan Anak DP3APPKB Aryanti Zuliana


METRO (Lampost.co) -- Selama dua tahun terakhir Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendailan Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Metro mencatat tidak ada kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah setempat.

Kepala DP3APPKB Kota Metro, Prayetno mengatakan, sejauh ini di Kota Metro tidak ada kasus mencuat atau yang dilaporkan terkait kekerasan terhadap anak. Namun demikian, pihaknya tetap rutin melakukan sosialisasi pada masyarakat perihal ramah anak.

"Secara umum kita tidak ada kasus. Tapi, untuk locus atau sebagai tempat itu kita pernah ada. Itu dua tahun lalu atau tahun kemarin, lupa tepatnya. Kasus penjualan anak di bawah umur, dimana pelaku penjual diungkap Polres Metro," kata dia, Minggu, 08 November 2020.

Dia menjelaskan, pihaknya tetap melakukan upaya dengan berkoordinasi dengan kepolisian dan dinas terkait dari tempat tinggal atau kabupaten asal korban untuk melakukan pendampingan.

"Jadi seperti itu. Mudah-mudahan sih di Metro selalu aman dan tidak ada kasus ya. Jadi kita betul-betul bisa menjadi kota yang ramah anak," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Perlindungan Anak DP3APPKB Aryanti Zuliana menambahkan, Kota Metro telah memiliki kader perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM). Terdiri dari masing-masing kelurahan sebanyak dua orang ditambah satu per kecamatan. 

Sehingga total ada 49 kader. Dimana mereka berugas di bawah dan selalu terjun ke masyarakat dalam setiap kegiatan pemerintah, sebagai tindakan pencegahan. Selain sosialisasi, kader PATBM juga melaporkan jika ada kasus, termasuk melakukan pendampingan. 

"Kasus secara resmi yang dilaporkan itu tidak ada, terutama untuk anak ya. Cuma, kalau ada masalah, misal KDRT, itu selalu dirembuk di tingkat bawah. Sehingga bisa cepat dan selesai secara dini," tuntasnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar